Ekonomi RI Tumbuh 6,32% di 2007
Jumat, 15/02/2008 14:10 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi PDB tahun 2007 tercatat sebesar 6,32 persen naik dari 2006 yang sebesar 5,5%. Namun di triwulan keempat 2007 efek perlambatan pertumbuhan ekonomi mulai terasa.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Slamet Sutomo dalam jumpa pers dikantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Jumat (15/2/2008).
"Mestinya bisa lebih, namun ada gangguan secara global ada faktor internal dan eksternal sehingga membuat perlambatan. Namun bisa mencapai 6,32 persen, lebih sedikit dari target pemerintah," ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi triwulanan (q to q) pada triwulan IV-2007 mencapai minus 2,15 sedangkan year on year sebesar 6,25 persen.
Pertumbuhan pada triwulan IV-2007 mengalami minus karena ada gangguan dari
kenaikan harga minyak dan krisis subprime di pasar dunia.
"Gangguan banyak ada musibah, banjir, gangguan harga minyak sehingga pertumbuhan ekonomi quarterly cukup anjlok minus 2,15 persen," ujarnya.
Perlambatan ekonomi di triwulan IV terlihat dari turunnya pertumbuhan. Jika pada 2006 pertumbuhan triwulan IV minus 1,91 persen sedangkan 2005 minus 2,03 persen.
Pertumbuhan secara sektoral, pertanian, peternakan minus 22,87 persen, tambang minus 0,11 persen sedangkan kontruksi tumbuh 3,76 persen, angkutan dan komunikasi 6,84 persen.
(ddn/qom)
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Slamet Sutomo dalam jumpa pers dikantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Jumat (15/2/2008).
"Mestinya bisa lebih, namun ada gangguan secara global ada faktor internal dan eksternal sehingga membuat perlambatan. Namun bisa mencapai 6,32 persen, lebih sedikit dari target pemerintah," ujarnya.
Pertumbuhan ekonomi triwulanan (q to q) pada triwulan IV-2007 mencapai minus 2,15 sedangkan year on year sebesar 6,25 persen.
Pertumbuhan pada triwulan IV-2007 mengalami minus karena ada gangguan dari
kenaikan harga minyak dan krisis subprime di pasar dunia.
"Gangguan banyak ada musibah, banjir, gangguan harga minyak sehingga pertumbuhan ekonomi quarterly cukup anjlok minus 2,15 persen," ujarnya.
Perlambatan ekonomi di triwulan IV terlihat dari turunnya pertumbuhan. Jika pada 2006 pertumbuhan triwulan IV minus 1,91 persen sedangkan 2005 minus 2,03 persen.
Pertumbuhan secara sektoral, pertanian, peternakan minus 22,87 persen, tambang minus 0,11 persen sedangkan kontruksi tumbuh 3,76 persen, angkutan dan komunikasi 6,84 persen.
(ddn/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
