ORI Bisa Dijaminkan ke Pegadaian
Rabu, 20/02/2008 12:29 WIB
Jakarta - Tidak hanya saham, kini Obligasi Ritel Indonesia (ORI) juga bisa dijaminkan ke Pegadaian. Pihak depkeu dan Perum Pegadaian kini sedang menyiapkan teknisnya.
"Kami sudah ketemu Dirut Perum Pegadaian, mereka sedang siapkan disainnya. Dalam hitungan minggu saya rasa bisa diluncurkan," kata Direktur Surat Berharga Negara Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu, Bimantara Widyajala dalam jumpa pers ORI 004 di gedung, depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
Sementara Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan, sambutan masyarakat terhadap ORI makin baik dan kian antusias. "ORI jadi house hold. Everbody know, talks about, pejabat tinggi sampai ibu rumah tangga," kata Rachmat
ORI juga mulai dilihat sebagai produk unggulan yang paling aman dari risiko default karena dijamin UU. Risiko terkena inflasi juga sangat minimal.
"Selama ini, harga ORI di secondary market selalu di atas par. Meskipun ekspektasi naik, pasar gonjang ganjing, volatile karena subprime, harga minyak, tapi harga ORI tetap di atas par. Indikasi risiko inflasi tidak ada. Risiko penurunan harga ORI minim sekali. Risiko likuiditas tidak ada, karena ORI mudah diperdagangkan," ujar Rachmat.
(ir/qom)
"Kami sudah ketemu Dirut Perum Pegadaian, mereka sedang siapkan disainnya. Dalam hitungan minggu saya rasa bisa diluncurkan," kata Direktur Surat Berharga Negara Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu, Bimantara Widyajala dalam jumpa pers ORI 004 di gedung, depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
Sementara Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan, sambutan masyarakat terhadap ORI makin baik dan kian antusias. "ORI jadi house hold. Everbody know, talks about, pejabat tinggi sampai ibu rumah tangga," kata Rachmat
ORI juga mulai dilihat sebagai produk unggulan yang paling aman dari risiko default karena dijamin UU. Risiko terkena inflasi juga sangat minimal.
"Selama ini, harga ORI di secondary market selalu di atas par. Meskipun ekspektasi naik, pasar gonjang ganjing, volatile karena subprime, harga minyak, tapi harga ORI tetap di atas par. Indikasi risiko inflasi tidak ada. Risiko penurunan harga ORI minim sekali. Risiko likuiditas tidak ada, karena ORI mudah diperdagangkan," ujar Rachmat.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
