ORI 005 akan Diterbitkan September
Rabu, 20/02/2008 12:47 WIB
Jakarta - Setelah penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 004, departemen keuangan akan kembali menjual ORI 005 sekitar September 2008.
"Tahun ini ada dua kali, ini ORI 004, kira-kira September nanti ada ORI 005," Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto, dalam jumpa pers ORI 004 di gedung, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
Jika seri 1-4 yang dijual masih ORI konvensional. Ke depan, menurut Rachmat, jika UU Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) disahkan depkeu juga menjual obligasi jenis syariah atau sukuk. "Itu salah satu upaya pemerintah untk mendiversifikasikan instrumen sehingga pasar bisa berkembang," katanya.
Untuk pajak ORI yang tadinya di primary market, sekarang di secondary market. "Jadi saat realisasi capital gain. Karena penghasilannya kan dari gain atau diskonto. Selama ini kalau mereka beli di primary langsung kena pajak, sekarang gak," katanya.
Untuk masalah pajak obligasi menurut Rachmat juga akan ada tax treaty yang dihormati pemerintah. "Jadi kalau ada investor asing, perlakuan tax akan dihormati," katanya.
Selain itu juga akan ada pengecualian untuk pemungutan pajak final. "Pengecualian kalau yang mengadakan adalah bank, dana pensiun, dan reksa dana yang sampai 5 tahun. Mereka tetap bayar pajak, tapi diperhitungkan dalam pajak penghasilan akhir tahun," katanya.
(ir/qom)
"Tahun ini ada dua kali, ini ORI 004, kira-kira September nanti ada ORI 005," Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto, dalam jumpa pers ORI 004 di gedung, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (20/2/2008).
Jika seri 1-4 yang dijual masih ORI konvensional. Ke depan, menurut Rachmat, jika UU Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) disahkan depkeu juga menjual obligasi jenis syariah atau sukuk. "Itu salah satu upaya pemerintah untk mendiversifikasikan instrumen sehingga pasar bisa berkembang," katanya.
Untuk pajak ORI yang tadinya di primary market, sekarang di secondary market. "Jadi saat realisasi capital gain. Karena penghasilannya kan dari gain atau diskonto. Selama ini kalau mereka beli di primary langsung kena pajak, sekarang gak," katanya.
Untuk masalah pajak obligasi menurut Rachmat juga akan ada tax treaty yang dihormati pemerintah. "Jadi kalau ada investor asing, perlakuan tax akan dihormati," katanya.
Selain itu juga akan ada pengecualian untuk pemungutan pajak final. "Pengecualian kalau yang mengadakan adalah bank, dana pensiun, dan reksa dana yang sampai 5 tahun. Mereka tetap bayar pajak, tapi diperhitungkan dalam pajak penghasilan akhir tahun," katanya.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
