FPDIP: Dua Calon Gubernur BI Pilihan SBY Belum Kredibel
Kamis, 21/02/2008 20:05 WIB
Jakarta - Pencalonan dua kandidat Gubernur BI oleh Presiden SBY masih memberatkan fraksi-fraksi di DPR. Fraksi PDIP berharap SBY merekomendasikan kandidat yang lebih kredibel untuk memimpin BI.
"PDIP berharap SBY bisa memberikan alternatif lain yang lebih kredibel dalam memimpin bank sentral. Apalagi SBY dianggap belum selesai menuntaskan persoalan kasus BLBI yang hingga kini masih berputar-putar di
tempat," ujar anggota FPDIP Daniel Budi Setiawan dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (21/2/2008).
Menurut Daniel, dua kandidat yang diajukan SBY, yaitu Agus Martowidjoyo dan Raden Pardede masih mengganjal PDIP sebagai partai oposisi. Sebab jika gubernur BI yang terpilih nanti bukanlah sosok yang kredibel, lanjutnya, akan semakin memberatkan beban pamerintah dalam bidang moneter.
Apalagi tanggung jawab pemerintah untuk menuntaskan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) belum selesai hingga kini. Dalam pandangan anggota Komisi XI DPR RI ini, obligasi rekap pada perbankan nasional sebagai akibat cairnya BLBI serta dampak pengaruh krisis moneter hingga kini masih memberatkan APBN. Akibatnya, justru rakyat yang harus menanggung beban berat karena menerima penghilangan kontribusi subsidi.
Padahal subsidi adalah wujud gotong royong, yang terpaksa kini harus dihapuskan. "Sangat ironis sekali kenaikan harga minyak yang notabene dimiliki bangsa kita sekarang sulit dikontrol lagi oleh pemerintahan. Walaupun pemerintah telah mengasumsikan inflasi hanya 6 persen, toh rakyat makin terhimpit kehidupannya," cetus Daniel.
Di sisi lain, Daniel menambahkan, kesulitan ekonomi tersebut malah diatasi pemerintah dengan berusaha menagih hutang para obligor yang tidak kooperatif. Tapi nyatanya, aset bank yang bermasalah telah diserahkan obligor kepada negara dan yang diserahi tugas menjual adalah BPPN dan Tim Likuidasi yang diawasi BI.
Rapat Komisi XI DPR RI dengan Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Burhanudin Abdullah pada tanggal 18 Februari lalu, Daniel mengungkapkan, telah menyepakati usulan Komisi XI agar dilakukan audit investigasi kepada Tim Likuidasi Bank Beku Operasi (BBO) dan Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU).
Usulan Komisi XI DPR ini sempat ditentang oleh Deputi senior Gubernur BI Miranda Gultom walau akhirnya Menkeu menyerahkan sepenuhnya kepada BI. Oleh karena itu, Daniel yang juga fungsionaris DPP PDIP berkeyakinan institusi BI termasuk seluruh sumber daya manusia yang ada adalah bukan sebuah institusi independen yang kredibel dalam mengelola moneter.
"Terlebih lagi dengan adanya aliran dana BI yang sedang diusut KPK, apakah pimpinan yang baru nanti sanggup melakukan pembersihan di tubuh BI. Mampukah figur baru dapat menghadapi tantangan dan godaan ? Siapkah Gubernur BI yang baru nanti membersihkan institusi BI dengan sapu yang telah kotor," tandas Kandidat Doktor Planologi ITB tersebut.
(rmd/gah)
"PDIP berharap SBY bisa memberikan alternatif lain yang lebih kredibel dalam memimpin bank sentral. Apalagi SBY dianggap belum selesai menuntaskan persoalan kasus BLBI yang hingga kini masih berputar-putar di
tempat," ujar anggota FPDIP Daniel Budi Setiawan dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (21/2/2008).
Menurut Daniel, dua kandidat yang diajukan SBY, yaitu Agus Martowidjoyo dan Raden Pardede masih mengganjal PDIP sebagai partai oposisi. Sebab jika gubernur BI yang terpilih nanti bukanlah sosok yang kredibel, lanjutnya, akan semakin memberatkan beban pamerintah dalam bidang moneter.
Apalagi tanggung jawab pemerintah untuk menuntaskan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) belum selesai hingga kini. Dalam pandangan anggota Komisi XI DPR RI ini, obligasi rekap pada perbankan nasional sebagai akibat cairnya BLBI serta dampak pengaruh krisis moneter hingga kini masih memberatkan APBN. Akibatnya, justru rakyat yang harus menanggung beban berat karena menerima penghilangan kontribusi subsidi.
Padahal subsidi adalah wujud gotong royong, yang terpaksa kini harus dihapuskan. "Sangat ironis sekali kenaikan harga minyak yang notabene dimiliki bangsa kita sekarang sulit dikontrol lagi oleh pemerintahan. Walaupun pemerintah telah mengasumsikan inflasi hanya 6 persen, toh rakyat makin terhimpit kehidupannya," cetus Daniel.
Di sisi lain, Daniel menambahkan, kesulitan ekonomi tersebut malah diatasi pemerintah dengan berusaha menagih hutang para obligor yang tidak kooperatif. Tapi nyatanya, aset bank yang bermasalah telah diserahkan obligor kepada negara dan yang diserahi tugas menjual adalah BPPN dan Tim Likuidasi yang diawasi BI.
Rapat Komisi XI DPR RI dengan Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Burhanudin Abdullah pada tanggal 18 Februari lalu, Daniel mengungkapkan, telah menyepakati usulan Komisi XI agar dilakukan audit investigasi kepada Tim Likuidasi Bank Beku Operasi (BBO) dan Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU).
Usulan Komisi XI DPR ini sempat ditentang oleh Deputi senior Gubernur BI Miranda Gultom walau akhirnya Menkeu menyerahkan sepenuhnya kepada BI. Oleh karena itu, Daniel yang juga fungsionaris DPP PDIP berkeyakinan institusi BI termasuk seluruh sumber daya manusia yang ada adalah bukan sebuah institusi independen yang kredibel dalam mengelola moneter.
"Terlebih lagi dengan adanya aliran dana BI yang sedang diusut KPK, apakah pimpinan yang baru nanti sanggup melakukan pembersihan di tubuh BI. Mampukah figur baru dapat menghadapi tantangan dan godaan ? Siapkah Gubernur BI yang baru nanti membersihkan institusi BI dengan sapu yang telah kotor," tandas Kandidat Doktor Planologi ITB tersebut.
(rmd/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 11:31 WIB
Lippo Banderol Apartemen St. Moritz Tebaru Rp 2,5 Miliar
-
Kamis, 24/05/2012 11:26 WIB
Banyak Fiktif, Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas Demi Didik PNS
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
-
Kamis, 24/05/2012 10:44 WIB
Berjuang di Bisnis PC, HP Terpaksa PHK 25.000 Karyawan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
