detikfinance

BNI Targetkan Penjualan ORI Rp 1 T

Wahyu Daniel - detikfinance
Sabtu, 23/02/2008 13:25 WIB
Jakarta -PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan penjualan Obligasi Negara Ritel Indonesia (ORI) seri 004 sebesar Rp 1 triliun. Untuk memenuhi target tersebut, perseroan menyiapkan 750 outlet di seluruh Indonesia.
 
Pemimpin Divisi Wealth Management BNI Gatot Siswoyo mengatakan penjualan optimistis target ini bisa terpenuhi karena kupon ORI004 ini menarik yaitu sebesar 9,5 persen.
 
"Penjualan ORI di BNI menunjukkan hasil signifikan, pada penjualan ORI002 dari target sebesar Rp 490 miliar, perseroan berhasil menjual sebesar Rp 600 miliar. Penjualan ORI seri 003, dari target sebesar Rp 750 miliar berhasil menjual Rp 950 miliar. Sedangkan pada penjualan ORI001, kita belum turut serta," tuturnya dalam jumpa pers di Gedung BNI 46, Jakarta, Jumat (22/2/2008).
 
Berdasarkan hasil penjualan tersebut, Gatot mengatakan BNI menduduki tiga besar agen penjualan terbaik.
 
Dia menuturkan untuk memenuhi target penjualan itu, perseroan akan memaksimalkan 750 outlet yang dimiliki. Selain itu, melakukan sosialisasi kepada nasabah maupun masyarakat luas agar meminati produk itu.
 
"Kita hanya menggandeng BNI Securuties untuk memasarkannya. ORI merupakan produk generik dan sudah dikenal luas masyarakat. Namun, tetap memaksimalkan customer based yang ada," katanya.
 
Dikatakannya BNI tidak mempermasalahkan banyaknya dana deposito maupun simpanan yang keluar terkait dengan penjualan ORI. Sebab, berdasarkan pengalaman selama ini, penarikan simpanan masyarakat yang digunakan membeli ORI hanya sekitar 5%.
 
"Jadi dari total DPK sebesar Rp 20 triliun milik perseroan, hanya 5% yang digunakan untuk membeli ORI. Pertumbuhan dana masyarakat tetap tinggi," jelasnya.
 
Untuk penjualan Gatot mengatakan BNI tetap mengarahkan ke Indonesia Timur yang penjualannya masih minim. "Yang terbesar masih di tengah dan barat Indonesia sebesar 81 persen meliputi Jawa maupun Sumatera sesuai dengan perkembangan ekonomi nasional," imbuhnya.

(dnl/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut