detikfinance

Industri Tambang Tak Goyah oleh Pelemahan Ekonomi Dunia

Alih Istik Wahyuni - detikfinance
Kamis, 13/03/2008 12:16 WIB
Jakarta - Industri pertambangan diprediksi akan tetap eksis hingga dua tahun mendatang. Perlambatan ekonomi AS dan Eropa tidak akan menggoyahkan industri ini.
 
Demikian disampaikan Ekonom dan Guru Besar Prasetya Mulya Djisman Simanjuntak dalam diskusi pertambangan 'Let's Talk Opportunities and Challanges in Indonesia Mining Sector' di kawasan  Cipete, Jakarta, Kamis (13/2/2008).
 
"Untuk 2008 dan 2009 industri tambang masih akan baik meskipun ada slowdown ekonomi dunia," katanya.
 
Menurutnya, meski terjadi perlambatan ekonomi di AS dan Eropa, pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan masih di level 3,4-3,5% tahun ini.
 
Bermodal pertumbuhan itu, maka permintaan komoditi tambang pun masih akan tinggi. Sehingga masih memicu investasi-investasi baru.
 
"Dengan pertumbuhan 3,5% ini cukup tinggi. Jadi permintaan produk tambang tetap kuat, investasi baru juga naik," katanya.
 
Namun ia memberi catatan, Indonesia baru bisa memaksimalkan kesempatan ini jika mampu menyediakan regulasi yang jelas.
 
"Seperti UU Minerba yang sedang dibahas. Saya tidak tahu kenapa pak Simon tidak menggenjotnya," katanya.
 
 


(lih/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.