Kredit Bank ke Perkapalan Kurang dari 1%
Senin, 24/03/2008 13:31 WIB
Jakarta - Kalangan perbankan nasional belum melihat industri pelayaran atau perkapalan sebagai sasaran utama pemberian kredit. Terbukti hingga kini kredit bank ke sektor ini masih kurang dari 1%. Total (outstanding) kredit perbankan untuk sektor pelayaran atau perkapalan sampai akhir 2007 baru mencapai Rp 9,8 triliun. Jumlah ini sangat kecil atau kurang dari 1 persen jika dibandingkan dengan outstanding kredit perbankan nasional yang berjumlah lebih Rp 1.000 triliun di akhir 2007.
Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad dalam "Business Meeting Pembiayaan Perbankan pada Industri Pelayaran/Perkapalan," di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (24/3/2008).
"Seharusnya perbankan bisa lebih meningkatkan porsi kreditnya untuk sektor pelayaran/perkapalan ini. Kita tahu NPL untuk sektor ini telah mengalami penurunan drastis dari 11 persen di 2006 menjadi 3,8 persen di 2007," tuturnya.
Muliaman mengatakan sampai 2010 sektor ini membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 34 triliun, guna penerapan Inpres No. 5 tahun 2005.
"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Departemen Perhubungan, diperoleh angka indikatif hingga 2010 sekitar Rp 34 triliun, tapi tentunya tidak hanya berasal dari perbankan saja," katanya.
Dikatakan Muliaman perbankan perlu meningkatkan kemampuan dalam melakukan analisis kepada sektor industri ini.
"Dengan memiliki kompetensi yang lebih baik, diharapkan perbankan akan lebih berminat untuk menyalurkan pembiayaan pada industri pelayaran/perkapalan," ujarnya.
(dnl/ir)
Hal ini disampaikan oleh Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad dalam "Business Meeting Pembiayaan Perbankan pada Industri Pelayaran/Perkapalan," di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (24/3/2008).
"Seharusnya perbankan bisa lebih meningkatkan porsi kreditnya untuk sektor pelayaran/perkapalan ini. Kita tahu NPL untuk sektor ini telah mengalami penurunan drastis dari 11 persen di 2006 menjadi 3,8 persen di 2007," tuturnya.
Muliaman mengatakan sampai 2010 sektor ini membutuhkan pembiayaan sebesar Rp 34 triliun, guna penerapan Inpres No. 5 tahun 2005.
"Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Departemen Perhubungan, diperoleh angka indikatif hingga 2010 sekitar Rp 34 triliun, tapi tentunya tidak hanya berasal dari perbankan saja," katanya.
Dikatakan Muliaman perbankan perlu meningkatkan kemampuan dalam melakukan analisis kepada sektor industri ini.
"Dengan memiliki kompetensi yang lebih baik, diharapkan perbankan akan lebih berminat untuk menyalurkan pembiayaan pada industri pelayaran/perkapalan," ujarnya.
(dnl/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
