Bank Lokal Enggan Kucurkan Kredit ke Sektor Perkapalan
Senin, 24/03/2008 15:34 WIB
Jakarta - Para pelaku usaha di industri perkapalan/pelayaran menilai perbankan nasional masih enggan untuk memberikan kredit bagi sektor ini.Selama ini industri ini masih mengandalkan pembiayaan dari bank-bank asing karena syarat yang mudah.Direktur Rekayasa Umum PT PAL Indonesia Herbadi Novianto mengatakan memang untuk suku bunga yang ditawarkan, antara bank asing dengan bank lokal perbedaannya tidak terlalu jauh.
"Luar negeri lebih banyak memberikan pinjaman lunak (soft lending) yang persyaratannya tidak berat, sementara bank lokal untuk pinjaman Rp 5 sampai 10 miliar saja susah," ujarnya di sela 'Business Meeting Pembiayaan Perbankan pada Industri Pelayaran/Perkapalan' di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (24/3/2008).
Bank lokal biasanya meminta jaminan (collateral) untuk pinjaman itu sebesar 100 persen. "Jadi bank lokal sangat tidak logis, kita minta bantulah dunia perkapalan ini," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Dok & Perkapalan Koja Bahari Riry Syeried Jetta mengatakan selama ini perseroan selalu mendapatkan pinjaman dari bank asing.
"Bank asing tidak pernah meminta jaminan, kami hanya memberikan credit insurance saja sebagai syarat pinjaman," katanya.
Riry mengatakan pihaknya saat ini membutuhkan pinjaman sebesar US$ 100 juta sampai tahun 2009 untuk mengerjakan proyek-proyek pesanan kapalnya.
"Yang terjadi saat ini kita selalu dapatkan pinjaman dari bank luar negeri. Kami minta, tolonglah perbankan lokal bisa lebih fleksibel untuk mensupport industri ini dan berpikir seperti bank internasional," tuturnya.
Adapun saat ini memang perusahaan perkapalan/pelayaran Indonesia sedang membutuhkan armada baru yang sangat besar guna mendukung implementasi Inpres 5 Tahun 2005 dimana pada 2010 sudah tidak ada lagi kapal berbendera
asing yang beroperasi di wilayah Indonesia.
Saat ini masih ada sekitar 34,7 persen muatan angkutan laut dalam negeri yang masih dilakukan oleh armada berbendera asing. Selain itu share armada pelayaran nasional untuk muatan ekspor impor hanya berkisar 5,9 persen.
(dnl/ddn)
"Luar negeri lebih banyak memberikan pinjaman lunak (soft lending) yang persyaratannya tidak berat, sementara bank lokal untuk pinjaman Rp 5 sampai 10 miliar saja susah," ujarnya di sela 'Business Meeting Pembiayaan Perbankan pada Industri Pelayaran/Perkapalan' di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Senin (24/3/2008).
Bank lokal biasanya meminta jaminan (collateral) untuk pinjaman itu sebesar 100 persen. "Jadi bank lokal sangat tidak logis, kita minta bantulah dunia perkapalan ini," imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Dok & Perkapalan Koja Bahari Riry Syeried Jetta mengatakan selama ini perseroan selalu mendapatkan pinjaman dari bank asing.
"Bank asing tidak pernah meminta jaminan, kami hanya memberikan credit insurance saja sebagai syarat pinjaman," katanya.
Riry mengatakan pihaknya saat ini membutuhkan pinjaman sebesar US$ 100 juta sampai tahun 2009 untuk mengerjakan proyek-proyek pesanan kapalnya.
"Yang terjadi saat ini kita selalu dapatkan pinjaman dari bank luar negeri. Kami minta, tolonglah perbankan lokal bisa lebih fleksibel untuk mensupport industri ini dan berpikir seperti bank internasional," tuturnya.
Adapun saat ini memang perusahaan perkapalan/pelayaran Indonesia sedang membutuhkan armada baru yang sangat besar guna mendukung implementasi Inpres 5 Tahun 2005 dimana pada 2010 sudah tidak ada lagi kapal berbendera
asing yang beroperasi di wilayah Indonesia.
Saat ini masih ada sekitar 34,7 persen muatan angkutan laut dalam negeri yang masih dilakukan oleh armada berbendera asing. Selain itu share armada pelayaran nasional untuk muatan ekspor impor hanya berkisar 5,9 persen.
(dnl/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
