Bhakti Adukan Keluarga Suherman ke Polisi
Rabu, 26/03/2008 16:48 WIB
Jakarta - Keluarga Suherman, pemegang 50 persen saham PT Adam SkyConnection Airlines (AdamAir) dilaporkan ke Mabes Polri. Mereka dilaporkan perwakilan pemegang saham lainnya yakni PT Bhakti Investama Tbk karena penyimpangan keuangan.
Bhakti merupakan pemilik saham AdamAir melalui anak usahanya yakni PT Bright Star Perkasa (PT BSP) dan PT Global Transport Services (PT GTS).
Perwakilan Bhakti di manajemen AdamAir yang mengadukan keluarga Suherman ke polisi adalah Gustiono Kustianto. Didampingi pengacaranya, Hotman Paris Hutapea, Gustiono mendatangi Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2008), pukul 13.30 WIB.
Informasi yang diterima wartawan, pihak yang mereka laporkan adalah Dirut AdamAir Adam Adhitya Suherman, Wakil Komut Sandra Ang, Direktur Komersil Yundi Suherman, dan Komisaris Gunawan Suherman.
Dalam berkas yang diterima wartawan itu, ada 6 poin laporan penyimpangan keuangan yang dilakukan terlapor di AdamAir. Penyimpangan itu antara lain penggunaan kartu kredit atas nama pribadi terlapor periode Januari 2007-2008 sebesar Rp 2,071 miliar yang dibebankan pada AdamAir.
Laporan keuangan AdamAir tahun 2006 telah dipakai untuk mendapatkan persetujuan perpanjangan atas kredit modal kerja Rp 50 miliar dari BRI.
Gustiono dalam laporan itu meminta pertanggungjawaban terlapor atas rendahnya sistem rekrutmen pilot dan perawatan pesawat.
Hotman yang dikonfirmasi wartawan tak mau membeberkan nama terlapor. Dia hanya menyatakan pihak terlapor sejumlah 7 orang, 4 di antaranya pendiri dan sisanya direksi. Ia juga mengungkapkan tentang keganjilan di AdamAir.
"Dalam akte notaris warga pendiri menjanjikan memberi surat jaminan kondisi perusahan dalam keadaan bagus," ujar Hotman.
Selain perusahaan dalam keadaan bagus, keluarga pendiri AdamAir juga menjanjikan kondisi pesawat dalam keadaan normal. Aset yang dimiliki AdamAir juga tertulis meyakinkan yakni senilai ratusan miliar rupiah.
"Nilai asetnya Rp 400 sekian puluh miliar. Tahu-tahu sekarang tidak ada," jelas Hotman.
Berbekal akte itulah, investor bersedia menanamkan modalnya di AdamAir. Namun pada kenyataannya, semua itu bertolak belakang. Kedua PT yang berafiliasi dengan PT Bhakti Investama merasa tertipu. Oleh karena itu akte tersebut akan dijadikan barang bukti untuk memberatkan pihak keluarga AdamAir.
"Itu yang akan kita pakai sebagai bukti. Disebutkan semua dalam keadaan laik. Tahu-tahu tidak layak udara banyak," kata Hotman.
(nwk/qom)
Bhakti merupakan pemilik saham AdamAir melalui anak usahanya yakni PT Bright Star Perkasa (PT BSP) dan PT Global Transport Services (PT GTS).
Perwakilan Bhakti di manajemen AdamAir yang mengadukan keluarga Suherman ke polisi adalah Gustiono Kustianto. Didampingi pengacaranya, Hotman Paris Hutapea, Gustiono mendatangi Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (26/3/2008), pukul 13.30 WIB.
Informasi yang diterima wartawan, pihak yang mereka laporkan adalah Dirut AdamAir Adam Adhitya Suherman, Wakil Komut Sandra Ang, Direktur Komersil Yundi Suherman, dan Komisaris Gunawan Suherman.
Dalam berkas yang diterima wartawan itu, ada 6 poin laporan penyimpangan keuangan yang dilakukan terlapor di AdamAir. Penyimpangan itu antara lain penggunaan kartu kredit atas nama pribadi terlapor periode Januari 2007-2008 sebesar Rp 2,071 miliar yang dibebankan pada AdamAir.
Laporan keuangan AdamAir tahun 2006 telah dipakai untuk mendapatkan persetujuan perpanjangan atas kredit modal kerja Rp 50 miliar dari BRI.
Gustiono dalam laporan itu meminta pertanggungjawaban terlapor atas rendahnya sistem rekrutmen pilot dan perawatan pesawat.
Hotman yang dikonfirmasi wartawan tak mau membeberkan nama terlapor. Dia hanya menyatakan pihak terlapor sejumlah 7 orang, 4 di antaranya pendiri dan sisanya direksi. Ia juga mengungkapkan tentang keganjilan di AdamAir.
"Dalam akte notaris warga pendiri menjanjikan memberi surat jaminan kondisi perusahan dalam keadaan bagus," ujar Hotman.
Selain perusahaan dalam keadaan bagus, keluarga pendiri AdamAir juga menjanjikan kondisi pesawat dalam keadaan normal. Aset yang dimiliki AdamAir juga tertulis meyakinkan yakni senilai ratusan miliar rupiah.
"Nilai asetnya Rp 400 sekian puluh miliar. Tahu-tahu sekarang tidak ada," jelas Hotman.
Berbekal akte itulah, investor bersedia menanamkan modalnya di AdamAir. Namun pada kenyataannya, semua itu bertolak belakang. Kedua PT yang berafiliasi dengan PT Bhakti Investama merasa tertipu. Oleh karena itu akte tersebut akan dijadikan barang bukti untuk memberatkan pihak keluarga AdamAir.
"Itu yang akan kita pakai sebagai bukti. Disebutkan semua dalam keadaan laik. Tahu-tahu tidak layak udara banyak," kata Hotman.
(nwk/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
