detikfinance

Beli BII, Saham Maybank Anjlok

Nurul Qomariyah - detikfinance
Kamis, 27/03/2008 09:59 WIB
Kuala Lumpur -Rencana akuisisi saham PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) membuat harga saham Malayan Banking Berhard (Maybank) anjlok. Investor mengkhawatirkan prospek Maybank atas akuisisi besar-besaran itu.

Seperti diketahui, Maybank membeli saham konsorsium Sorak di BII yang mencapai 55,8% dengan nilai US$1,5 miliar. Sesuai ketentuan, Maybank akan melanjutkannya dengan tender offer sisa saham 44,3% senilai US$ 1,2 miliar. Secara total, 100% saham BII akan dibeli Maybank senilai US$ 2,7 miliar.

Harga yang ditawarkan oleh Maybank itu cukup tinggi, jika dibandingkan rata-rata harga pasar.Temasek cs pun menikmati untung yang berlipat-lipat dari penjualan saham BII itu.

Konsorsium Sorak yang berisi Temasek dkk, membeli saham BII dari BPPN pada tahun 2003 silam. Sekitar 5 tahun lalu, konsorsium Sorak membeli 51% saham BII dengan harga hanya Rp 1,9 triliun. Total yang diterima BPPN dari pelepasan saham BII melalui strategic sale 51% dan market placement 20% mencapai Rp 2,67 triliun.

Konsorsium Sorak memiliki 55,85% saham BII. Konsorsium Sorak dimiliki oleh anak usaha Temasek Holdings, Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH) 75% dan Kookmin Bank 25%.

Terkait rencana pembelian saham BII itu, saham Maybank pada perdagangan kemarin dihentikan sementara oleh Bursa Malaysia. Suspensi saham sudah dicabut pada perdagangan hari ini.

Namun setelah dibuka, pada perdagangan Kamis (27/3/2008) harga saham Maybank sempat merosot hingga 10,6% atau 95 sen. Namun pada pukul 10.00 waktu setempat, saham Maybank berada di kisaran RM 8,45 atau turun 50 sen. Dalam satu jam perdagangan, saham Maybank yang ditransaksikan mencapai 14,81 juta lembar saham pada kisaran harga RM 8-8,45. Sebelum disuspen, harga saham Maybank berada di kisaran RM 8,95.

OSK Investment Research dalam catatan kepada kliennya menyatakan bahwa harga akuisisi itu tidaklah murah.

"Kami harus akui bahwa harga akuisisi itu tidaklah murah jika didasarkan oleh harga akuisisi. BII secara esensi dihargai pada nilai 4,45 kali BPS dan 61,5 kali EPS untuk tahun 2007 atau 4,26 kali BPS dan 33 kali EPS untuk tahun 2008," jelasnya seperti dikutip dari The Star.

Namun ia menilai bahwa Maybank memang sudah seharusnya melakukan ekspansi ke luar Malaysia untuk menghadapi jenuhnya pasar lokal.

"Kami percaya bahwa sektor perbankan Indonesia menawarkan yang lebih baik dalam jangka panjang jika dilihat dari rasio kredit terhadap PDB-nya. Namun karena ada potensi dilusi laba dalam jangka pendek, kami harus menurunkan nilai wajar Maybank menjadi RM 10,80, namun masih merekomendasikan untuk beli," imbuhnya.

Sementara harga saham BII yang pada perdagangan kemarin melonjak cepat, pada hari ini stagnan di level Rp 465. Investor tampaknya tak ada yang mau melepas saham BII, mengingat tingginya harga tender offer Maybank yang mencapai Rp 508 per lembar, dengan kurs Rp 9.000 per dolar AS.
(qom/ir)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • CEO Arianespace: Peluncuran Satelit BRI dan Rekor Baru Selasa, 21/06/2016 06:52 WIB
    Wawancara Khusus CEO Arianespace
    CEO Arianespace: Peluncuran Satelit BRI dan Rekor Baru
    BRI mengukir sejarah baru perbankan dunia, menjadi bank yang memiliki satelit pertama di dunia. Peluncuran satelit bernama BRIsat ini dibantu oleh Arianespace.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut