Kalla: Jika Buruh Masih Radikal, Investasi Susah Masuk
Jumat, 28/03/2008 22:26 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menilai buruknya kepercayaan antara pengusaha, pemerintah, dan buruh menghambat industri manufaktur yang padat karya. Apalagi radikalisme buruh masih tinggi.
"Kalau radikalisme masih seperti ini maka investasi padat karya susah masuk. Itu artinya penyerapan lapangan kerja sulit. Itu tidak dialami investasi padat modal seperti tambang yang nilainya terus naik karena tidak ada masalah dalam hubungan dengan pekerjanya," kata Kalla.
Pesan tersebut disampaikan Kalla saat menutup Munas ke-8 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2008).
Menurut Kalla rasa curiga sering muncul dalam hubungan pengusaha, pemerintah, dan buruh. Buruh curiga pengusaha akan memecatnya. Pengusaha curiga buruh akan mogok kerja. Sementara, pemerintah curiga pengusaha akan mengemplang BLBI.
"Tapi proses itu sudah kita lalui. Kita sudah membayar semua ongkos krisis," ujarnya.
Kalla yakin dengan mempersingkat waktu pendirian usaha, peringkat doing business akan turun dari posisi 124 menjadi 75 pada tahun ini.
"Kalau waktu memulai usaha singkat, pengusaha lebih cepat memulai bekerja, pengangguran cepat terserap, pendapatan masyarakat meningkat, dan kemiskinan turun," ujar Kalla.
Di tempat yang sama, Ketua Apindo Sofjan Wanandi berjanji para pengusaha akan membantu pemerintah dalam menjaring investor.
Kalla dan Sofjan Wanandi
Dalam kesempatan ini, Kalla juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Sofjan Wanandi sebagai ketua Apindo. Kalla menuturkan, dirinya sudah berteman dengan Sofjan selama 40 tahun. Namun hubungan mereka terbilang tidak akur.
"75 Persennya kita sering berselisih atau berkompetisi," tuturnya.
(ary/aba)
"Kalau radikalisme masih seperti ini maka investasi padat karya susah masuk. Itu artinya penyerapan lapangan kerja sulit. Itu tidak dialami investasi padat modal seperti tambang yang nilainya terus naik karena tidak ada masalah dalam hubungan dengan pekerjanya," kata Kalla.
Pesan tersebut disampaikan Kalla saat menutup Munas ke-8 Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (28/3/2008).
Menurut Kalla rasa curiga sering muncul dalam hubungan pengusaha, pemerintah, dan buruh. Buruh curiga pengusaha akan memecatnya. Pengusaha curiga buruh akan mogok kerja. Sementara, pemerintah curiga pengusaha akan mengemplang BLBI.
"Tapi proses itu sudah kita lalui. Kita sudah membayar semua ongkos krisis," ujarnya.
Kalla yakin dengan mempersingkat waktu pendirian usaha, peringkat doing business akan turun dari posisi 124 menjadi 75 pada tahun ini.
"Kalau waktu memulai usaha singkat, pengusaha lebih cepat memulai bekerja, pengangguran cepat terserap, pendapatan masyarakat meningkat, dan kemiskinan turun," ujar Kalla.
Di tempat yang sama, Ketua Apindo Sofjan Wanandi berjanji para pengusaha akan membantu pemerintah dalam menjaring investor.
Kalla dan Sofjan Wanandi
Dalam kesempatan ini, Kalla juga mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Sofjan Wanandi sebagai ketua Apindo. Kalla menuturkan, dirinya sudah berteman dengan Sofjan selama 40 tahun. Namun hubungan mereka terbilang tidak akur.
"75 Persennya kita sering berselisih atau berkompetisi," tuturnya.
(ary/aba)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
Ranch Market Tawarkan Saham IPO Rp 425- 510
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
