Pemerintah Kesulitan, SBY Minta Buruh Tidak Anarkis
Senin, 31/03/2008 19:30 WIB
Dialog SBY-Buruh (Foto: Abror Rizki)
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) minta kalangan buruh memberi dukungan kepada pemerintah untuk menarik investor dan memperbaiki iklim usaha dalam negeri. Salah satu caranya dengan tidak bertindak anarkis dalam aksi unjuk rasa masalah perburuhan.
Demikian ungkap Sekjen SP BUMN, Arief Puoyono, mengenai hasil dialog perwakilan buruh dengan pemerintah, sore ini di Istana Negara, Jakarta.
"Pemerintah juga sedang kesulitan, dan butuh dukungan serikat pekerja terkait investasi. Presiden menghimbau unjuk rasa buruh tidak anarkis," ujar Arief dalam pembicaraan telepon, Senin (31/3/2008).
Menurutnya, Presiden SBY sangat memahami kesulitan yang dihadapi para buruh. Sering aksi unjuk rasa merupakan salah satu cara buruh menuntut pemenuhan hak-hak mereka, dan pemerintah tidak melarang kegiatan itu.
Atas permintaan ini, pihak buruh memahami. Di satu sisi mereka menyadari kepentingan kepastian dalam bekerja dan perlu membuka banyak lapangan kerja baru demi kurangi tingkat pengangguran.
Sejauh ini penanganan Polri terhadap aksi unjuk rasa cukup baik. Secara umum tidak ada kasus kekerasan oleh polisi dalam aksi unjuk rasa yang digelar kalangan buruh.
"Kita memberikan apresiasi pada Pak Kapolri. Selama ini Polri cukup kondusif mengawal dan menjaga aksi buruh. Tapi kami berpesan agar anggota Polri jangan ikut campur dalam kasus perselisihan perburuhan," sambung Arief.
(lh/qom)
Demikian ungkap Sekjen SP BUMN, Arief Puoyono, mengenai hasil dialog perwakilan buruh dengan pemerintah, sore ini di Istana Negara, Jakarta.
"Pemerintah juga sedang kesulitan, dan butuh dukungan serikat pekerja terkait investasi. Presiden menghimbau unjuk rasa buruh tidak anarkis," ujar Arief dalam pembicaraan telepon, Senin (31/3/2008).
Menurutnya, Presiden SBY sangat memahami kesulitan yang dihadapi para buruh. Sering aksi unjuk rasa merupakan salah satu cara buruh menuntut pemenuhan hak-hak mereka, dan pemerintah tidak melarang kegiatan itu.
Atas permintaan ini, pihak buruh memahami. Di satu sisi mereka menyadari kepentingan kepastian dalam bekerja dan perlu membuka banyak lapangan kerja baru demi kurangi tingkat pengangguran.
Sejauh ini penanganan Polri terhadap aksi unjuk rasa cukup baik. Secara umum tidak ada kasus kekerasan oleh polisi dalam aksi unjuk rasa yang digelar kalangan buruh.
"Kita memberikan apresiasi pada Pak Kapolri. Selama ini Polri cukup kondusif mengawal dan menjaga aksi buruh. Tapi kami berpesan agar anggota Polri jangan ikut campur dalam kasus perselisihan perburuhan," sambung Arief.
(lh/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
