PLN Kaji Ulang Penerbitan Obligasi
Kamis, 03/04/2008 18:29 WIB
Setio Anggoro Dewo (PLN)
Jakarta - PLN mengkaji ulang penerbitan obligasi sebesar Rp 3-4 triliun yang direncanakan tahun ini. Kondisi pasar finansial yang sedang memburuk dinilai bukan saat yang tepat untuk mencari pendanaan.
Menurut Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo, jika mengeluarkan obligasi sekarang, maka biaya bungannya sangat tinggi. Sementara pengeluaran PLN per bulan dari dana obligasi itu belum tentu cukup besar untuk membayar bunga dan cicilan pokoknya.
"Kalau kita pinjam sekian juta misalnya, padahal per bulannya cuma ngeluarin sekian ratus. Apa gak rugi? Padahal kita tetap harus bayar bunga pinjaman yang sekian juta tadi. Dalam setahun saja sudah banyak sekali bunganya," jelas Setio di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
Tapi ia menegaskan, bukan berarti PLN membatalkan rencana obligasinya. Hanya saja PLN memilih untuk mengkaji lebih lanjut kondisi pasar sekarang. "Semoga sebelum akhir semester satu ini sudah kita putuskan," katanya.
Sementara Wakil Dirut PLN Rudiantara menjelaskan, PLN akan meningkatkan pemakaian BBM jenis MFO (marine fuel oil) tahun ini. Dari rencana semula sebesar 360-370 ribu KL menjadi sekitar 600 ribu KL.
"Jadi kita memperluas penggunaan MFO ini dari yang sebelumnya 8 wilayah menjadi 13 wilayah yang semuanya di luar Jawa," katanya.
(lih/qom)
Menurut Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo, jika mengeluarkan obligasi sekarang, maka biaya bungannya sangat tinggi. Sementara pengeluaran PLN per bulan dari dana obligasi itu belum tentu cukup besar untuk membayar bunga dan cicilan pokoknya.
"Kalau kita pinjam sekian juta misalnya, padahal per bulannya cuma ngeluarin sekian ratus. Apa gak rugi? Padahal kita tetap harus bayar bunga pinjaman yang sekian juta tadi. Dalam setahun saja sudah banyak sekali bunganya," jelas Setio di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/4/2008).
Tapi ia menegaskan, bukan berarti PLN membatalkan rencana obligasinya. Hanya saja PLN memilih untuk mengkaji lebih lanjut kondisi pasar sekarang. "Semoga sebelum akhir semester satu ini sudah kita putuskan," katanya.
Sementara Wakil Dirut PLN Rudiantara menjelaskan, PLN akan meningkatkan pemakaian BBM jenis MFO (marine fuel oil) tahun ini. Dari rencana semula sebesar 360-370 ribu KL menjadi sekitar 600 ribu KL.
"Jadi kita memperluas penggunaan MFO ini dari yang sebelumnya 8 wilayah menjadi 13 wilayah yang semuanya di luar Jawa," katanya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Anggota DPR: Benahi Dulu Pelayanan, Baru PNS Naik Gaji
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
