JK: Nasib Bangsa Bukan pada Orang di Kantor, Tapi Petani
Senin, 07/04/2008 09:20 WIB
Jusuf Kalla Panen Padi (bgs)
Bantul - Wakil Presiden Jusuf Kalla memberi semangat para petani di Bantul. Menurut Kalla, nasib bangsa ini ditentukan oleh para petani, bukan para orang-orang di kantor.
"Nasib bangsa ini ditangan bapak-bapak atau ibu-ibu disini, bukan pada orang di kantor, tapi petani. Tanpa kerja keras anda sekalian tidak mungkin," kata Kalla.
Pernyataan itu disampaikan Kalla saat melakukan panen raya padi di Dusun Niten, Desa Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, Senin (7/4/2008).
Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri PU Djoko Kirmanto, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Bupati Bantul Idham Samawi.
Dalam acara itu, wapres meminta petani meningkatkan produktifitasnya mulai dr pembenihan benih yang baik, penyuluhan dan teknologi yang baik pula.
Sementara itu Bupati Bantul Idham Samawi dalam laporannya mengatakan rata-rata lahan pertanian di Bantul menghasilkan padi 7,3 ton per hektar.
"Di Bantul kami surplus beras 23 ribu ton sehingga bisa digunakan oleh masyarakat luar Bantul," kata idham.
Dalam acara dialog yang berlangsung akrab itu, petani meminta agar Indonesia tidak lagi melakukan impor beras karena membuat harga gabah petani jatuh serta meminta tersedianya pupuk murah dan selalu tersedia dipasaran.
(bgs/qom)
"Nasib bangsa ini ditangan bapak-bapak atau ibu-ibu disini, bukan pada orang di kantor, tapi petani. Tanpa kerja keras anda sekalian tidak mungkin," kata Kalla.
Pernyataan itu disampaikan Kalla saat melakukan panen raya padi di Dusun Niten, Desa Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, Senin (7/4/2008).
Hadir dalam acara tersebut Menteri Pertanian Anton Apriantono, Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, Menteri PU Djoko Kirmanto, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Bupati Bantul Idham Samawi.
Dalam acara itu, wapres meminta petani meningkatkan produktifitasnya mulai dr pembenihan benih yang baik, penyuluhan dan teknologi yang baik pula.
Sementara itu Bupati Bantul Idham Samawi dalam laporannya mengatakan rata-rata lahan pertanian di Bantul menghasilkan padi 7,3 ton per hektar.
"Di Bantul kami surplus beras 23 ribu ton sehingga bisa digunakan oleh masyarakat luar Bantul," kata idham.
Dalam acara dialog yang berlangsung akrab itu, petani meminta agar Indonesia tidak lagi melakukan impor beras karena membuat harga gabah petani jatuh serta meminta tersedianya pupuk murah dan selalu tersedia dipasaran.
(bgs/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
