Perencanaan Keuangan
Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga
Chairman, IARFC Indonesia
Aidil Akbar Madjid, MBA, CFE®, CFP®, RFC®
Wealth Planner™Pakar Ekonomi Mikro & Keluarga
Chairman, IARFC Indonesia
Memaksimalkan Investasi Asuransi
Selasa, 08/04/2008 09:33 WIB
Jakarta - Pertanyaan: Saya 31 Tahun, karyawan di salah satu tambang batubara di Kaltim. Untuk memproteksi masa depan saya, istri (31 tahun) dan anak (umur 1 tahun), mulai tahun 2005 kemarin kami mulai hunting produk-produk asuransi yang mengombinasi aspek asuransi jiwa, kesehatan dan investasi.
Oleh FAO-nya, premi yg kami setor diinvestasikan di pasar modal dan pasar uang. Namun hingga awal tahun 2008 ini, kok hasilnya kurang mengembirakan Pak ya, masih jauh dibawah nilai total yang kami setorkan. Beda sekali dengan skenario yang diberikan oleh FAO-nya dulu waktu kita hunting produk.
Pertanyaan saya :
1.Apa memang selalu dalam 5 tahun pertama nilai akumulasi premi kita selalu dibawah nilai akumulasi premi yg kita setor?
2.Apa kita harus selalu aktif dalam memantau kinerja instrumen investasi kita, misal dengan mengubah persentase portofolio kita?
3.Mengingat saat ini produk asuransi sangat beragam, bagaimana cara memilih perusahaan asuransi yang baik?
4.Asuransi apa saja yang harus saya utamakan?
Sekian dan terima kasih.
Jawaban :
Dalan industri asuransi jiwa, produk yang dijual dapat dibedakan dalam dua jenis. Yang pertama namanya produk tradisional dan yang kedua produk unitlink.
Produk tradisional umumnya dibagi lagi dalam 3 kelompok, yaitu asuransi jiwa berjangka, asuransi dwiguna/asuransi endowment, dan asuransi seumur hidup. Produk asuransi jiwa berjangka akan memberikan manfaat berupa uang pertanggungan kepada keluarga saat si tertanggung atau umumnya adalah kepala rumah tangga meninggal dunia dalam masa kontrak/masa asuransi. Sedangkan produk asuransi dwiguna/asuransi endowment memberikan manfaat saat tertanggung meninggal dunia dalam masa kontrak/masa asuransi dan saat tertanggung tetap hidup saat akhir masa kontrak atau masa asuransi. Adapun produk asuransi seumur hidup memberikan manfaat kepada keluarga yang ditinggalkan saat tertanggung / kepala keluarga meninggal dunia kapanpun itu terjadi.
Pada umumnya premi untuk asuransi jiwa berjangka paling minimal, sedangkan premi asuransi dwiguna atau asuransi endowment paling tinggi. Sedangkan premi untuk asuransi seumur hidup diantara kedua produk tersebut.
Jenis yang kedua yaitu produk unit link adalah merupakan produk yang menggabungkan antara asuransi dan investasi. Pada produk ini kita dapat mengetahui berapa besar dari bagian uang yang kita setorkan dipakai untuk membayar premi asuransi, biaya administrasi dan bagian yang diinvestasikan. Misalnya ada produk yang membagi uang yang kita setorkan per tahun sebesar 1000 menjadi sebagai berikut :
Jadi dari sini bisa terlihat bahwa uang yang berkembang atau yang diinvestasikan sebesar 880, bukan 1000. Ada beberapa variasi pembagian uang yang kita setorkan sesuai dengan spesifikasi produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.
Umumnya instrumen investasi yang ditawarkan adalah instrumen investasi yang memiliki 3 jenis risiko, yaitu risiko rendah, sedang dan tinggi. Pemilihan instrumen investasi tergantung dari nasabah, jadi kita harus memastikan bahwa pilihan sesuai dengan karakter kita.
Untuk melihat mana perusahaan asuransi yang baik atau tidak, kita dapat melihat kinerja dari perusahaan tersebut dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh beberapa media cetak. Atau kita juga bisa melihat beberapa media cetak mengadakan penilaian atas kinerja dari perusahaan asuransi jiwa yang ada di Indonesia.
Pembelian produk asuransi akan sangat bergantung pada kebutuhan kita. Kadang kita cukup membeli produk asuransi jiwa berjangka yang hanya menanggung risiko saja tanpa ada unsur tabungannya. Atau produk yang mirip asuransi jiwa berjangka seperti asuransi kecelakaan, asuransi perawatan rumah sakit.
Pastikan dulu, apa sebenarnya kebutuhan kita. Dan pastikan kita memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Selamat memilih.
(qom/qom)
Oleh FAO-nya, premi yg kami setor diinvestasikan di pasar modal dan pasar uang. Namun hingga awal tahun 2008 ini, kok hasilnya kurang mengembirakan Pak ya, masih jauh dibawah nilai total yang kami setorkan. Beda sekali dengan skenario yang diberikan oleh FAO-nya dulu waktu kita hunting produk.
Pertanyaan saya :
1.Apa memang selalu dalam 5 tahun pertama nilai akumulasi premi kita selalu dibawah nilai akumulasi premi yg kita setor?
2.Apa kita harus selalu aktif dalam memantau kinerja instrumen investasi kita, misal dengan mengubah persentase portofolio kita?
3.Mengingat saat ini produk asuransi sangat beragam, bagaimana cara memilih perusahaan asuransi yang baik?
4.Asuransi apa saja yang harus saya utamakan?
Sekian dan terima kasih.
Jawaban :
Dalan industri asuransi jiwa, produk yang dijual dapat dibedakan dalam dua jenis. Yang pertama namanya produk tradisional dan yang kedua produk unitlink.
Produk tradisional umumnya dibagi lagi dalam 3 kelompok, yaitu asuransi jiwa berjangka, asuransi dwiguna/asuransi endowment, dan asuransi seumur hidup. Produk asuransi jiwa berjangka akan memberikan manfaat berupa uang pertanggungan kepada keluarga saat si tertanggung atau umumnya adalah kepala rumah tangga meninggal dunia dalam masa kontrak/masa asuransi. Sedangkan produk asuransi dwiguna/asuransi endowment memberikan manfaat saat tertanggung meninggal dunia dalam masa kontrak/masa asuransi dan saat tertanggung tetap hidup saat akhir masa kontrak atau masa asuransi. Adapun produk asuransi seumur hidup memberikan manfaat kepada keluarga yang ditinggalkan saat tertanggung / kepala keluarga meninggal dunia kapanpun itu terjadi.
Pada umumnya premi untuk asuransi jiwa berjangka paling minimal, sedangkan premi asuransi dwiguna atau asuransi endowment paling tinggi. Sedangkan premi untuk asuransi seumur hidup diantara kedua produk tersebut.
Jenis yang kedua yaitu produk unit link adalah merupakan produk yang menggabungkan antara asuransi dan investasi. Pada produk ini kita dapat mengetahui berapa besar dari bagian uang yang kita setorkan dipakai untuk membayar premi asuransi, biaya administrasi dan bagian yang diinvestasikan. Misalnya ada produk yang membagi uang yang kita setorkan per tahun sebesar 1000 menjadi sebagai berikut :
- Premi Asuransi : 100
- Biaya Administrasi : 20
- Diinvestasikan : 880
Jadi dari sini bisa terlihat bahwa uang yang berkembang atau yang diinvestasikan sebesar 880, bukan 1000. Ada beberapa variasi pembagian uang yang kita setorkan sesuai dengan spesifikasi produk yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi jiwa.
Umumnya instrumen investasi yang ditawarkan adalah instrumen investasi yang memiliki 3 jenis risiko, yaitu risiko rendah, sedang dan tinggi. Pemilihan instrumen investasi tergantung dari nasabah, jadi kita harus memastikan bahwa pilihan sesuai dengan karakter kita.
Untuk melihat mana perusahaan asuransi yang baik atau tidak, kita dapat melihat kinerja dari perusahaan tersebut dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh beberapa media cetak. Atau kita juga bisa melihat beberapa media cetak mengadakan penilaian atas kinerja dari perusahaan asuransi jiwa yang ada di Indonesia.
Pembelian produk asuransi akan sangat bergantung pada kebutuhan kita. Kadang kita cukup membeli produk asuransi jiwa berjangka yang hanya menanggung risiko saja tanpa ada unsur tabungannya. Atau produk yang mirip asuransi jiwa berjangka seperti asuransi kecelakaan, asuransi perawatan rumah sakit.
Pastikan dulu, apa sebenarnya kebutuhan kita. Dan pastikan kita memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Selamat memilih.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 12:02 WIB
Ucapan Jero Wacik Bikin Khawatir Pertamina & Pengusaha SPBU di Kalimantan
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
