detikfinance

OSK Holding Malaysia Akuisisi 51% Saham Nusadana Capital

Irna Gustia - detikfinance
Rabu, 09/04/2008 09:52 WIB
Petaling Jaya, -Investor asal Malaysia, OSK Holding Bhd mengakuisisi 51% saham perusahaan sekuritas di Indonesia, PT Nusadana Capital Indonesia. Nilai transaksi sebesar RM 69,86 juta atau sekitar Rp 195,6 miliar (dengan kurs ringgit Rp 2.800).

OSK mengakuisisi PT Nusadana Capital Indonesia (NCI) melalui unit usahanya OSK Investment Bank (OSKIB) dan telah melakukan pejanjian penjualan saham dengan pemegang saham NCI yakni PT Ascend Unity Capital dan PT Multidana Assetama.

Jumlah saham yang dibeli itu sebanyak 52,041 saham baru atau setara 51% saham NCI. NCI memiliki bisnis utama di perdagangan saham, treasury, obligasi, riset dan perusahaan investasi.  

"Penawaran OSK melalui OSKIB adalah upaya manajemen perseroan untuk mengembangkan usahanya karena melihat potensi ekonomi yang cukup kuat di Indonesia yang ekonominya terus tumbuh," bunyi pernyataan OSK seperti dilansir dari The Star, Rabu (9/4/2008).

Ekspansi yang dilakukan OSK ini juga sebagai upayanya memperkuat pasar finansial di wilayah regional. OSK mengatakan akan membayar tunai pembelian saham itu. Dananya dari internal OSKIB atau pinjaman dari bank.

NCI tercatat sebagai anggota bursa di Bursa Efek Indonesia dengan kode dr. Status perusahaan adalah lokal dengan memiliki modal dasar Rp 60 miliar dan modal disetor Rp 50 miliar.
(ir/qom)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut