detikfinance

Tender di Daerah Perlambat Pengadaan Lampu Hemat Energi

Suhendra - detikfinance
Jumat, 11/04/2008 10:00 WIB
PLN
Jakarta - Keputusan PT PLN (persero) untuk melakukan tender pengadaan 51 juta Lampu Hemat Energi (LHE) ke daerah dinilai akan memperlambat pengadaan LHE. Bahkan diperkirakan pelaksanaanya akan berpeluang meloloskan produk LHE impor.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo kepada detikFinance, Jumat (11/4/2008).

"Negatifnya penerapan tender ke daerah akan sulit melakukan kontrol dari pusat PLN terutama mengenai kesamaan persepsi terhadap prioritas produk LHE dalam negeri," kata John.

Namun bukan berarti tidak ada efek positif dari keputusan PLN ini. Menurut John kini setiap daerah bisa mengetahui apa saja yang dibutuhkannya termasuk jumlah LHE yang harus ditenderkan.

Dari 24 cabang PLN yang tersebar, lanjut John, tentunya akan sulit melakukan kontrol karena kemampuan setiap daerah menurutnya berbeda-beda.

"Pelaksanaannya tidak gampang, karena di pusat saja lamban sekali seharusnya bulan April ini sudah dibagikan LHE di beberapa daerah. Ditakutkan adanya tender per wilayah, bisa masuk-masuk LHE impor," ketusnya.

Namun ia mengatakan, secara prinsip para produsen akan mengikuti saja yang penting katanya pelaksanaan tender ini harus mengedepankan keberpihakkan terhadap industri LHE dalam negeri yang berjumlah 12 produsen.

Mengenai penundaan pelaksanaan tender beberapa waktu lalu, ia sangat menyesalkan proses penundaannya yang cukup lama.

"Satu minggu saja kerugian PLN bisa bertambah, kerugian PLN yang kerugian negara juga bukan karena subsidi listrik," tanya John.

(hen/ddn)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.