Bank Masih Tahan dari 3 Risiko
Senin, 14/04/2008 18:05 WIB
Halim Alamsyah (dnl)
Jakarta - Kondisi perbankan di Indonesia dinilai masih kuat terhadap krisis. Kekhawatiran akan adanya krisis di sektor keuangan dinilai terlalu berlebihan.
Berdasarkan stress test yang dilakukan Bank Indonesia terhadap perbankan Indonesia, bank masih tahan terhadap 3 risiko pasar yakni perubahan risiko suku bunga, gejolak nilai tukar dan penurunan harga obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN).
Hal tersebut disampaikan Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah dalam diskusi di kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (13/4/2008).
Dari segi likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas kondisi keuangan perbankan masih cukup kuat di 3 risiko tersebut.
Halim menuturkan terhadap risiko suku bunga dengan kondisi CAR perbankan saat ini, jika suku bunga naik 100 bps, secara umum CAR bank memang akan menurun, tetapi hanya menurun 0,3 persen, karena total CAR di industri perbankan masih sangat tinggi secara rata-rata yaitu 19-20 persen.
"Jadi sangat jauh dari ketentuan minimal CAR yaitu 8 persen," ujarnya.
Sementara dari segi nilai tukar, Halim mengatakan jika terjadi depresiasi setiap Rp 1.000 per dolar AS, CAR perbankan juga kecil penurunannya.
"Kenapa ini kecil karena dalam ketentuan bank, ada posisi devisa netto dimana posisi devisa perbankan kita tergolong rendah sekitar 3,5 persen, jadi jika rupiah terdepresiasi sampai Rp 4.000 sekalipun tidak terdapat bank yang mengkhawatirkan," ujarnya.
Dari sisi risiko ketiga yakni dampak penurunan harga SUN, Halim mengatakan total portfolio perbankan di SUN sekitar Rp 282 triliun. SUN ini dibagi 3, pertama SUN yang dipegang sampai jatuh tempo, yang kedua untuk diperdagangkan, dan ketiga tidak diperdagangkan tapi siap untuk dijual.
Dengan rata-rata penurunan harga SUN 1 persen, maka potensial kerugian bank adalah 1 persen dikalikan jumlah SUN yang diperdagangkan dan SUN yang siap dijual.
"Itu jumlahnya setengah dari Rp 282 triliun, jadi potensial loss-nya kalau 1 persen 1,5 triliun," ujarnya.
(ddn/qom)
Berdasarkan stress test yang dilakukan Bank Indonesia terhadap perbankan Indonesia, bank masih tahan terhadap 3 risiko pasar yakni perubahan risiko suku bunga, gejolak nilai tukar dan penurunan harga obligasi pemerintah atau Surat Utang Negara (SUN).
Hal tersebut disampaikan Direktur Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI Halim Alamsyah dalam diskusi di kantor BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (13/4/2008).
Dari segi likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas kondisi keuangan perbankan masih cukup kuat di 3 risiko tersebut.
Halim menuturkan terhadap risiko suku bunga dengan kondisi CAR perbankan saat ini, jika suku bunga naik 100 bps, secara umum CAR bank memang akan menurun, tetapi hanya menurun 0,3 persen, karena total CAR di industri perbankan masih sangat tinggi secara rata-rata yaitu 19-20 persen.
"Jadi sangat jauh dari ketentuan minimal CAR yaitu 8 persen," ujarnya.
Sementara dari segi nilai tukar, Halim mengatakan jika terjadi depresiasi setiap Rp 1.000 per dolar AS, CAR perbankan juga kecil penurunannya.
"Kenapa ini kecil karena dalam ketentuan bank, ada posisi devisa netto dimana posisi devisa perbankan kita tergolong rendah sekitar 3,5 persen, jadi jika rupiah terdepresiasi sampai Rp 4.000 sekalipun tidak terdapat bank yang mengkhawatirkan," ujarnya.
Dari sisi risiko ketiga yakni dampak penurunan harga SUN, Halim mengatakan total portfolio perbankan di SUN sekitar Rp 282 triliun. SUN ini dibagi 3, pertama SUN yang dipegang sampai jatuh tempo, yang kedua untuk diperdagangkan, dan ketiga tidak diperdagangkan tapi siap untuk dijual.
Dengan rata-rata penurunan harga SUN 1 persen, maka potensial kerugian bank adalah 1 persen dikalikan jumlah SUN yang diperdagangkan dan SUN yang siap dijual.
"Itu jumlahnya setengah dari Rp 282 triliun, jadi potensial loss-nya kalau 1 persen 1,5 triliun," ujarnya.
(ddn/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
