'Jangan Percaya Bahasa Bisnis'
Sabtu, 26/04/2008 16:03 WIB
Jakarta - Bahasa bisnis kadang bisa menjebak. Praktisi pasar Rhenald Kasali mengingatkan agar jangan mudah percaya dengan bahasa bisnis yang diungkapkan seseorang. Karena yang diutarakan pebisnis kadang bertentangan dengan kondisi yang ada demi sebuah trik.
Menurut Rhenald, ketika banyak orang yang ditanya mengenai peluang usaha yang digelutinya, biasanya akan menjawab bagus. Sehingga umumnya orang akan tertarik dengan jawaban tersebut. Tapi itu bisa menjadi paradoks (bertentangan) yang menjebak seseorang dalam memulai usaha.
"Saya punya kenalan, ketika ditanya apakah peluang bisnisnya bagus? Ia menanyakan mau jawaban yang mana yang bagus atau jelek," ucap Rhenald Kasali dalam acara seminar Femina, Sukses Menjadi Pengusaha UKM, di Balai Kartini, Gatot Subroto, Sabtu (26/4/2008).
Rhenald bercerita dengan dua pilihan tersebut, ternyata rekan yang ia tanyakan lebih banyak memilih jawaban bisnisnya tidak bagus walaupun kenyataanya bisnisnya sangat berpeluang bagus.
"Setiap publik yang bertanya pada saya termasuk wartawan saya selalu bilang tidak bagus peluangnya karena kalau saya bilang bagus maka akan diikuti oleh banyak orang," ungkap Rhenal soal trik bahasa bisnis itu.
Rhenald mengingatkan jangan terlalu percaya dengan peluang bisnis yang disampaikan oleh seseorang apalagi kalau itu disampaikan tidak berpeluang atau sebaliknya.
"Jangan percaya dengan dibalik jawaban tidak ada peluang, karena kita tidak tahu di balik jawaban itu," pesannya.
Menurutnya sekarang ini orang banyak terjebak dalam strategi bisnis lautan merah. Artinya banyak yang ikut-ikutan dalam berbisnis, sehingga ujung-ujungnya bermain dengan banting harga.
"Bisnis ikut-ikutan sama saja dengan strategi berdarah-darah," tambahnya.
Namun Rhenald, menekankan bahwa dalam bisnis tidak terlepas dalam hal kecepatan dan fokus dalam menentukan sasaran pasar yang akan di capai.
"Ibarat Hyena yang mengejar Zebra, tetapi ketika berlari mengejar di tengah jalan, beralih mengejar anak rusa yang dianggap lebih menggiurkan, tetapi ternyata karena enggak fokus gagal," ujarnya mencontohkan.
Jadi berhati-hatilah dengan bahasa bisnis.
(hen/ir)
Menurut Rhenald, ketika banyak orang yang ditanya mengenai peluang usaha yang digelutinya, biasanya akan menjawab bagus. Sehingga umumnya orang akan tertarik dengan jawaban tersebut. Tapi itu bisa menjadi paradoks (bertentangan) yang menjebak seseorang dalam memulai usaha.
"Saya punya kenalan, ketika ditanya apakah peluang bisnisnya bagus? Ia menanyakan mau jawaban yang mana yang bagus atau jelek," ucap Rhenald Kasali dalam acara seminar Femina, Sukses Menjadi Pengusaha UKM, di Balai Kartini, Gatot Subroto, Sabtu (26/4/2008).
Rhenald bercerita dengan dua pilihan tersebut, ternyata rekan yang ia tanyakan lebih banyak memilih jawaban bisnisnya tidak bagus walaupun kenyataanya bisnisnya sangat berpeluang bagus.
"Setiap publik yang bertanya pada saya termasuk wartawan saya selalu bilang tidak bagus peluangnya karena kalau saya bilang bagus maka akan diikuti oleh banyak orang," ungkap Rhenal soal trik bahasa bisnis itu.
Rhenald mengingatkan jangan terlalu percaya dengan peluang bisnis yang disampaikan oleh seseorang apalagi kalau itu disampaikan tidak berpeluang atau sebaliknya.
"Jangan percaya dengan dibalik jawaban tidak ada peluang, karena kita tidak tahu di balik jawaban itu," pesannya.
Menurutnya sekarang ini orang banyak terjebak dalam strategi bisnis lautan merah. Artinya banyak yang ikut-ikutan dalam berbisnis, sehingga ujung-ujungnya bermain dengan banting harga.
"Bisnis ikut-ikutan sama saja dengan strategi berdarah-darah," tambahnya.
Namun Rhenald, menekankan bahwa dalam bisnis tidak terlepas dalam hal kecepatan dan fokus dalam menentukan sasaran pasar yang akan di capai.
"Ibarat Hyena yang mengejar Zebra, tetapi ketika berlari mengejar di tengah jalan, beralih mengejar anak rusa yang dianggap lebih menggiurkan, tetapi ternyata karena enggak fokus gagal," ujarnya mencontohkan.
Jadi berhati-hatilah dengan bahasa bisnis.
(hen/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
