Kalbe Farma Perpanjang Buy Back Saham
Senin, 28/04/2008 09:55 WIB
Jakarta - Perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan memperpanjang masa pelaksanaan pembelian saham kembali (buy back shares) yang semula ditargetkan selesai 18 bulan.
Semula buy back saham Kalbe Farma ditargetkan selesai 7 Agustus 2008. Buy back saham itu maksimal 10 persen atau 1.015.601.442 saham.
"Sehubungan dengan kondisi pasar saat ini, perseroan bermaksud meminta perpanjangan waktu dari semula berakhir 7 Agustus 2008 menjadi 7 Agustus 2009," jelas direksi perseroan dalam pengumuman, Senin (28/4/2008).
Perseroan rencananya akan meminta persetujuan pemegang saham pada 26 Mei 2008. Sebelumnya untuk buy back ini perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai pelaksananya.Kalbe Farma menjadi perusahaan farmasi terbesar setelah pada 16 Desember 2005 efektif merger dengan PT Dankos Laboratories Tbk dan PT Enseval. Keduanya menggabungkan diri ke dalam Kalbe yang menjadi perusahaan hasil penggabungan (surviving company).
Setelah merger Kalbe menargetkan menjadi perusahaan global dengan merambah ke mancanegara seperti Malaysia, Myanmar, Kamboja, Vietnam, India, Sri Lanka, Afrika Selatan hingga Nigeria.
Perusahaan yang didirikan pada 1966 oleh dua bersaudara Boen Setiawan dan Boen Haryanto, saat ini memiliki kapitalisasi pasar Rp 13,4 triliun. Pemegang saham mayoritasnya dikuasai oleh enam perusahaan dengan total sebesar 52,83 persen.
(ir/qom)
Semula buy back saham Kalbe Farma ditargetkan selesai 7 Agustus 2008. Buy back saham itu maksimal 10 persen atau 1.015.601.442 saham.
"Sehubungan dengan kondisi pasar saat ini, perseroan bermaksud meminta perpanjangan waktu dari semula berakhir 7 Agustus 2008 menjadi 7 Agustus 2009," jelas direksi perseroan dalam pengumuman, Senin (28/4/2008).
Perseroan rencananya akan meminta persetujuan pemegang saham pada 26 Mei 2008. Sebelumnya untuk buy back ini perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai pelaksananya.Kalbe Farma menjadi perusahaan farmasi terbesar setelah pada 16 Desember 2005 efektif merger dengan PT Dankos Laboratories Tbk dan PT Enseval. Keduanya menggabungkan diri ke dalam Kalbe yang menjadi perusahaan hasil penggabungan (surviving company).
Setelah merger Kalbe menargetkan menjadi perusahaan global dengan merambah ke mancanegara seperti Malaysia, Myanmar, Kamboja, Vietnam, India, Sri Lanka, Afrika Selatan hingga Nigeria.
Perusahaan yang didirikan pada 1966 oleh dua bersaudara Boen Setiawan dan Boen Haryanto, saat ini memiliki kapitalisasi pasar Rp 13,4 triliun. Pemegang saham mayoritasnya dikuasai oleh enam perusahaan dengan total sebesar 52,83 persen.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
