Wawancara Sri Mulyani
Rp 100.000/bulan untuk si Miskin
Selasa, 06/05/2008 16:42 WIB
Sri Mulyani (dnl)
Jakarta - Pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono akan kembali menaikkan BBM untuk ketiga kalinya, setelah 1 Maret 2005 dan 1 Oktober 2005 menaikkan BBM.
Untuk kenaikan BBM kali ini, alasannya masih sama dengan kenaikan harga BBM tahun 2005 lalu yakni karena lonjakan harga minyak mentah dunia. Tak tanggung-tanggung, harga minyak kini sudah menembus US$ 120 per barel, bahkan diperkirakan OPEC bisa menembus US$ 200 per barel.
Jika harga BBM tak dinaikkan, anggaran pemerintah akan megap-megap. Subsidi bisa membengkak hingga Rp 30 triliun.
Pemerintah menjanjikan akan memberikan kompensasi kepada si miskin jika harga BBM naik. Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi ancar-ancar, kompensasi itu akan menyerupai Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pernah dikucurkan beberapa waktu lalu.
Sistemnya juga tak berubah yakni Rp 100.000 per bulan per KK miskin. Dananya akan diambil dari sebagian subsidi BBM yang bisa dihemat pemerintah.
Berikut petikan wawancara dengan Menkeu Sri Mulyani usai pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Bagaimana soal BLT?
BLT itu jumlahnya, lokasinya, kalau penerimanya kan sudah sama anggarannya. Hitungannya berapa. Kalau 2008, kita selesaikan dulu kan tergantung naiknya BBM segera, ya dia juga harus segera diterbitkan.
Untuk 2008, mulainya dari kapan bulan itu sampai akhir tahun. Kalau sekarang ada Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember. Itu kita selesaikan dulu 7 bulan kali 19,1 juta (rumah tangga miskin). Kalau jumlahnya masih sama, besarannya Rp 100.000 per bulan, bayar 3 bulan.
Dulu BLT Rp 100.000/kepala keluarga, sekarang hanya beberapa persen kok Rp 100.000 juga?
Tanya sama Menko (Boediono), Menkeu duitnya aja. Ya Rp 100.000. Karena tahun ini kan mereka tidak hanya dihadapi kenaikan harga BBM, tapi harga pangan juga. Memang fokus pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat (Menkeu kemudian memanggil ajudannya mencari mobilnya) BLT minimal setahun.
Panitia Anggaran DPR mengatakan defisit tetap?
Nanti kita akan ketemu panitia anggaran, usulan itu kita juga akan lihat
Situasi 2008 ada miripnya dengan 2005 meski agak sedikit berbeda. 2005 ada kombinasi tsunami yang terus membayangi perekonomian 2005 dan ditambah kenaikan harga minyak yang melonjak sangat tinggi.
Situasi 2008 selain minyak yang melonjak sangat tinggi. Yang kita hadapi adalah perlambatan ekonomi dunia dan yang tidak ada pada 2005 adalah harga pangan yang melonjak sangat cepat. Ini yang harus kita kelola bersama karena apa yang akan terjadi pada 2008 akan berlanjut hingga 2009.
Oleh karena itu fokus perubahan pada 2008 adalah melindungi masyarakat yang paling rentan dari situasi yang tidak bisa kita kontrol. Untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum kita harus jaga agar APBN gak berdarah-darah.
Untuk 2008, kalau bapak ibu selalu merevisi sampai 3 kali pertumbuhan ekonominya. Itu situasi normal hampir di semua negara dan perekonomian Indonesia akan direvisi untuk ketiga kalinya. kemarin 6,8 persen terus 6,4 persen dan kemungkinnan karena situasi yang semakin sulit ekonomi akan tumbuh sekitar 6 persen.
Kemudian nilai tukar rupiah akan semakin menguat karena dolar AS akan semakin merosot. AS sedang alami kesulitan. Inflasi akan berada di 8,5-9,5 persen dan sulit mengembalikan inflasi di angka 6 persen.
(ddn/qom)
Untuk kenaikan BBM kali ini, alasannya masih sama dengan kenaikan harga BBM tahun 2005 lalu yakni karena lonjakan harga minyak mentah dunia. Tak tanggung-tanggung, harga minyak kini sudah menembus US$ 120 per barel, bahkan diperkirakan OPEC bisa menembus US$ 200 per barel.
Jika harga BBM tak dinaikkan, anggaran pemerintah akan megap-megap. Subsidi bisa membengkak hingga Rp 30 triliun.
Pemerintah menjanjikan akan memberikan kompensasi kepada si miskin jika harga BBM naik. Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi ancar-ancar, kompensasi itu akan menyerupai Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang pernah dikucurkan beberapa waktu lalu.
Sistemnya juga tak berubah yakni Rp 100.000 per bulan per KK miskin. Dananya akan diambil dari sebagian subsidi BBM yang bisa dihemat pemerintah.
Berikut petikan wawancara dengan Menkeu Sri Mulyani usai pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
Bagaimana soal BLT?
BLT itu jumlahnya, lokasinya, kalau penerimanya kan sudah sama anggarannya. Hitungannya berapa. Kalau 2008, kita selesaikan dulu kan tergantung naiknya BBM segera, ya dia juga harus segera diterbitkan.
Untuk 2008, mulainya dari kapan bulan itu sampai akhir tahun. Kalau sekarang ada Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember. Itu kita selesaikan dulu 7 bulan kali 19,1 juta (rumah tangga miskin). Kalau jumlahnya masih sama, besarannya Rp 100.000 per bulan, bayar 3 bulan.
Dulu BLT Rp 100.000/kepala keluarga, sekarang hanya beberapa persen kok Rp 100.000 juga?
Tanya sama Menko (Boediono), Menkeu duitnya aja. Ya Rp 100.000. Karena tahun ini kan mereka tidak hanya dihadapi kenaikan harga BBM, tapi harga pangan juga. Memang fokus pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat (Menkeu kemudian memanggil ajudannya mencari mobilnya) BLT minimal setahun.
Panitia Anggaran DPR mengatakan defisit tetap?
Nanti kita akan ketemu panitia anggaran, usulan itu kita juga akan lihat
Situasi 2008 ada miripnya dengan 2005 meski agak sedikit berbeda. 2005 ada kombinasi tsunami yang terus membayangi perekonomian 2005 dan ditambah kenaikan harga minyak yang melonjak sangat tinggi.
Situasi 2008 selain minyak yang melonjak sangat tinggi. Yang kita hadapi adalah perlambatan ekonomi dunia dan yang tidak ada pada 2005 adalah harga pangan yang melonjak sangat cepat. Ini yang harus kita kelola bersama karena apa yang akan terjadi pada 2008 akan berlanjut hingga 2009.
Oleh karena itu fokus perubahan pada 2008 adalah melindungi masyarakat yang paling rentan dari situasi yang tidak bisa kita kontrol. Untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum kita harus jaga agar APBN gak berdarah-darah.
Untuk 2008, kalau bapak ibu selalu merevisi sampai 3 kali pertumbuhan ekonominya. Itu situasi normal hampir di semua negara dan perekonomian Indonesia akan direvisi untuk ketiga kalinya. kemarin 6,8 persen terus 6,4 persen dan kemungkinnan karena situasi yang semakin sulit ekonomi akan tumbuh sekitar 6 persen.
Kemudian nilai tukar rupiah akan semakin menguat karena dolar AS akan semakin merosot. AS sedang alami kesulitan. Inflasi akan berada di 8,5-9,5 persen dan sulit mengembalikan inflasi di angka 6 persen.
(ddn/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
