Berita Lain
-
Selasa, 22/05/2012 19:17 WIB
PGN Bagi Dividen Total Rp 3,2 Triliun -
Selasa, 22/05/2012 18:44 WIB
Grup Ciputra Bagi-bagi Dividen Total Rp 40 per Lembar -
Selasa, 22/05/2012 16:08 WIB
Melaju 80 Poin, IHSG Berhenti di 4.021 -
Selasa, 22/05/2012 15:28 WIB
Terbitkan Subdebt, Bank Permata Tawarkan Bunga 8,5-9,5% -
Selasa, 22/05/2012 15:05 WIB
Saham Facebook Memble, Siapa yang Salah? -
Selasa, 22/05/2012 14:38 WIB
Facebook Merosot, Saham Apple 'Kinclong'
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan
3 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,790.000
-
Rp 471.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Rabu, 07/05/2008 09:33 WIB
Indo Tambangraya Segera Optimalkan Tambang Trubaindo
Indro Bagus SU - detikFinance
"Jika izin dari Dephut belum keluar juga, maka kami akan optimalkan produksi dari tambang Trubaindo agar tetap bisa produksi," ujar Investor Relations ITMG, Yulius Gozali, saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/5/2008).
Langkah ini dilakukan karena cadangan utama ITMG di tambang Indominco West diperkirakan akan habis pada akhir 2009.
Saat ini, perseroan memiliki 7 lokasi tambang dengan total cadangan sekitar 237,35 juta ton. Namun yang sudah mendapat izin operasi hanya di tiga tambang yaitu, Jorong, Trubaindo dan Indominco West. Masing-masing memiliki cadangan sebesar 12,64 juta ton, 57,91 juta ton dan 21,89 juta ton, atau totalnya sekitar 92,44 juta ton.
Sementara di 4 tambang lainnya yaitu Kitadin Embalut, Kitadin Tandung Mayang, Bharinto, Indominco East dan Indominco Underground hingga saat ini belum dapat beroperasi karena izin dari Departemen Kehutanan tak kunjung diperoleh. Padahal total reserve di 4 tambang tersebut sebesar 134,91 juta ton.
Sehubungan dengan hal itu, lokasi tambang utama perseroan selama ini adalah Indominco West. Pada tahun 2008 ini, perseroan menargetkan akan memproduksi sekitar 11,5 juta ton dari Indominco West, sedangkan reserve yang ada tinggal 21,89 juta ton. Artinya produksi maksimal yang bisa dihasilkan Indominco West di 2009 hanya sebesar 10,39 juta ton, setelah itu akan habis.
Tambang Jorong yang memiliki cadangan sebesar 12,64 juta ton juga diperkirakan akan habis dalam 4 tahun mendatang, karena kapasitas maksimal produksi di Jorong saat ini hanya sekitar 3 juta ton per tahun.
Oleh karena itu perseroan bermaksud melakukan ekspansi dengan mengoperasikan tambang Indominco East dan Bharinto. Dana yang dianggarkan perseroan untuk mengembangkan tambang-tambang tersebut masing-masing sebesar US$ 20 juta dan US$ 45 juta.
"Indominco East diharapkan dapat beroperasi di akhir 2008. Bharinto saat ini masih dalam konstruksi pembangunan infrastruktur jalan dan sebagainya, kita harapkan akhir 2009 bisa beroperasi," ulas Gozali.
Namun, ia mengungkapkan hingga saat ini rencana tersebut masih terhambat belum dikeluarkannya izin operasi oleh Dephut.
Oleh karena itu sebagai rencana cadangan perseroan akan melakukan optimalisasi di tambang Trubaindo yang saat ini masih memiliki jumlah cadangan sebesar 57,91 juta ton dengan kapasitas maksimal produksi sebesar 6 juta ton per tahun.
"Tahun 2007 lalu, Trubaindo memproduksi 3,6 juta ton. Tahun ini kami targetkan 5 juta ton. Jika izin operasi Indominco East dan Bharinto belum keluar hingga 2009, maka kami akan tingkatkan kapasitas produksi di Trubaindo. Mengenai hal ini masih dalam pembicaraan internal perseroan," ujar Gozali. (dro/ir)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Berita Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
Waralaba yang Asli akan Memiliki Logo Khusus -
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
BBM di Kalimantan Langka, DPRD Dukung Blokir Pengiriman Batubara -
Selasa, 22/05/2012 18:26 WIB
Kalimantan Minta Tambah Kuota BBM, Dirjen Migas: Tak Bisa, Jangan Egois! -
Selasa, 22/05/2012 19:17 WIB
PGN Bagi Dividen Total Rp 3,2 Triliun -
Selasa, 22/05/2012 18:28 WIB
Agus Marto: Banyak Perusahaan Tambang Tak Benar Bayar Pajak
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 - 11:59
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Selasa, 22/05/2012 - 16:07
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Selasa, 22/05/2012 - 16:45
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Selasa, 22/05/2012 - 15:53
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message.gif)



