Wawancara Charlie Elias:
35 Tahun BlueScope di Indonesia
Jumat, 09/05/2008 09:23 WIB
Charlie Elias (dnl)
Jakarta - BlueScope dan ArcelorMittal sedang bersaing ketat untuk mendapatkan PT Krakatau Steel (KS). BlueScope mengaku sudah 35 tahun berada di Indonesia dan punya keterikatan erat dengan BUMN baja itu.
Apa dan bagaimana rencana perusahaan baja Australia itu? Berikut penuturan Chief Financial Officer BlueScope Charlie Elias usai melakukan pertemuan dengan Menneg BUMN.
Pihak BlueScope Steel Limited datang untuk mengadakan pertemuan dengan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian Negara BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Kamis malam (8/5/2008). Hadir pula dalam kesempatan itu Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer.
Charlie mengatakan pertemuan tersebut berkaitan dengan privatisasi PT Krakatau Steel (Persero) dimana perusahaan baja asal Australia tersebut berminat untuk ikut serta dalam proses privatisasi tersebut. Sebelumnya memang BlueScope telah bertemu dengan Menteri Perindustrian berkaitan dengan minatnya tersebut.
Berikut hasil petikan wawancara Charlie Elias dengan beberapa wartawan usai pertemuan dengan Menneg BUMN:
Pertemuan dengan Menneg BUMN ini berkaitan dengan ketertarikan anda dengan Krakatau Steel?
Saya ingin katakan terlebih dahulu, saya sangat senang berada di Indonesia saat ini, merupakan sebuah kunjungan yang menarik ke Indonesia. Kami telah melakukan diskusi dan dialog yang sangat baik dengan beberapa departemen pemerintahan Indonesia untuk membicarakan mengenai progres dari proses privatisasi PT Krakatau Steel.
Seperti yang anda tahu BlueScope sudah berada di Indonesia selama 35 tahun, dan kami mempunyai hubungan yang erat dengan dengan Krakatau Steel. Oleh karena itu tentu saja kami tertarik dalam proses privatisasi Krakatau Steel dan mengetahui apa yang diinginkan dan menjadi perhatian pemerintah untuk Krakatau Steel ke depannya.
Lalu bagaimana hasil pembicaraannya, apa yang dapat anda tawarkan kepada pemerintah?
Pembicaraan tadi masih merupakan proses yang sangat awal sekali, tapi kami telah melakukan diskusi dengan sangat baik dan kami sangat menghargai proses dari pemerintah Indonesia. Saat ini masih terlalu dini dan tidak tepat untuk menyampaikan komentar lebih lanjut berkaitan dengan proses pemerintah. Kami menghargai proses tersebut dan menunggu hasil pertimbangan dan keputusan pemerintah.
Kenapa BlueScope tertarik dengan Krakatau Steel?
Seperti yang saya telah katakan tadi bahwa kami sudah 35 tahun berada di Indonesia dan mempunyai hubungan yang cukup erat dengan Krakatau Steel. Kami ingin memahami apa yang jadi keinginan pemerintah Indonesia terhadap masa depan Krakatau Steel.
Apa yang telah anda lakukan di Indonesia selama ini?
Selama 35 tahun tersebut faktanya kami telah berinvestasi secara signifikan, dan saat ini kami berinvestasi sebesar US$ 230 juta pada sebuah pabrik di Cilegon. Ini karena memang kami sangat tertarik dengan Indonesia.
Jadi apakah BlueScope akan menjalin kerjasama dengan Krakatau Steel?
Hal itu masih terlalu dini, karena kami baru melakukan pembicaraan awal. Kami tidak mempunyai ketertarikan yang spesifik, kami di sini hanya untuk memahami bagaimana proses privatisasi ini dan bagaimana kami bisa ikut berpartisipasi di dalam proses ini.
Jadi bentuk kerjasama apa yang anda tawarkan untuk Krakatau Steel?
Saat ini kami masih mempelajari untuk memahami apa yang menjadi tujuan pemerintah Indonesia. Jadi saat ini tidak ada yang dapat kami kemukakan. Kami sangat menyadari kewajiban kami untuk melakukan pelaporan dan akan menginformasikan kepada pasar bilamana ada hal-hal yang harus dilaporkan atau disampaikan.
(dnl/qom)
Apa dan bagaimana rencana perusahaan baja Australia itu? Berikut penuturan Chief Financial Officer BlueScope Charlie Elias usai melakukan pertemuan dengan Menneg BUMN.
Pihak BlueScope Steel Limited datang untuk mengadakan pertemuan dengan Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, di Kantor Kementerian Negara BUMN, Gedung Garuda, Jakarta, Kamis malam (8/5/2008). Hadir pula dalam kesempatan itu Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer.
Charlie mengatakan pertemuan tersebut berkaitan dengan privatisasi PT Krakatau Steel (Persero) dimana perusahaan baja asal Australia tersebut berminat untuk ikut serta dalam proses privatisasi tersebut. Sebelumnya memang BlueScope telah bertemu dengan Menteri Perindustrian berkaitan dengan minatnya tersebut.
Berikut hasil petikan wawancara Charlie Elias dengan beberapa wartawan usai pertemuan dengan Menneg BUMN:
Pertemuan dengan Menneg BUMN ini berkaitan dengan ketertarikan anda dengan Krakatau Steel?
Saya ingin katakan terlebih dahulu, saya sangat senang berada di Indonesia saat ini, merupakan sebuah kunjungan yang menarik ke Indonesia. Kami telah melakukan diskusi dan dialog yang sangat baik dengan beberapa departemen pemerintahan Indonesia untuk membicarakan mengenai progres dari proses privatisasi PT Krakatau Steel.
Seperti yang anda tahu BlueScope sudah berada di Indonesia selama 35 tahun, dan kami mempunyai hubungan yang erat dengan dengan Krakatau Steel. Oleh karena itu tentu saja kami tertarik dalam proses privatisasi Krakatau Steel dan mengetahui apa yang diinginkan dan menjadi perhatian pemerintah untuk Krakatau Steel ke depannya.
Lalu bagaimana hasil pembicaraannya, apa yang dapat anda tawarkan kepada pemerintah?
Pembicaraan tadi masih merupakan proses yang sangat awal sekali, tapi kami telah melakukan diskusi dengan sangat baik dan kami sangat menghargai proses dari pemerintah Indonesia. Saat ini masih terlalu dini dan tidak tepat untuk menyampaikan komentar lebih lanjut berkaitan dengan proses pemerintah. Kami menghargai proses tersebut dan menunggu hasil pertimbangan dan keputusan pemerintah.
Kenapa BlueScope tertarik dengan Krakatau Steel?
Seperti yang saya telah katakan tadi bahwa kami sudah 35 tahun berada di Indonesia dan mempunyai hubungan yang cukup erat dengan Krakatau Steel. Kami ingin memahami apa yang jadi keinginan pemerintah Indonesia terhadap masa depan Krakatau Steel.
Apa yang telah anda lakukan di Indonesia selama ini?
Selama 35 tahun tersebut faktanya kami telah berinvestasi secara signifikan, dan saat ini kami berinvestasi sebesar US$ 230 juta pada sebuah pabrik di Cilegon. Ini karena memang kami sangat tertarik dengan Indonesia.
Jadi apakah BlueScope akan menjalin kerjasama dengan Krakatau Steel?
Hal itu masih terlalu dini, karena kami baru melakukan pembicaraan awal. Kami tidak mempunyai ketertarikan yang spesifik, kami di sini hanya untuk memahami bagaimana proses privatisasi ini dan bagaimana kami bisa ikut berpartisipasi di dalam proses ini.
Jadi bentuk kerjasama apa yang anda tawarkan untuk Krakatau Steel?
Saat ini kami masih mempelajari untuk memahami apa yang menjadi tujuan pemerintah Indonesia. Jadi saat ini tidak ada yang dapat kami kemukakan. Kami sangat menyadari kewajiban kami untuk melakukan pelaporan dan akan menginformasikan kepada pasar bilamana ada hal-hal yang harus dilaporkan atau disampaikan.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 12:14 WIB
Uni Eropa Suntik Bank 'Sakit' Pakai Dana Bailout
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 10:59 WIB
Tanri Abeng Si 'Manajer Rp 1 Miliar' Memulai Bisnis dari Jualan Pisang
Tanri Abeng mengaku pernah mengalami masa-masa sulit semenjak kecil. Kini ia menjadi pengusaha sukses, yang diawalinya dari jualan pisang ketika kecil.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
