Pastikan Penghematan, SBY akan Sidak Kantor Pemerintah
Rabu, 14/05/2008 22:59 WIB
Sri Mulyani (dnl)
Jakarta - Presiden SBY akan melakukan sidak ke kantor-kantor pemerintah guna memastikan program penghematan dijalankan. Pemerintah mengaku sejauh ini sudah melakukan penghematan mati-matian untuk menyelamatkan APBN.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers menjelaskan hasil Rapat Kabinet Paripurna di kantor presiden, Jakarta, Rabu (14/5/2008) malam. Rapat kabinet paripurna itu sudah berlangsung sejak pukul 13.00 WIB, dan sempat diselingi istirahat selama sekitar 1 jam pada petang hari.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menjelaskan soal tudingan para pengunjuk rasa dan juga pengamat ekonomi yang menyatakan bahwa pemerintah belum melakukan efisiensi.
"Saya jelaskan disini bahwa belum sampai pada keputusan BBM, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan APBN tanpa menaikkan harga BBM," katanya.
Ia menjelaskan, penghematan belanja lembaga negara dan departemen juga dilakukan hingga Rp 30,3 triliun. Penerimaan negara non migas sudah dioptimalkan Rp 20 triliun, belanja cadangan risiko fiskal sudah digunakan Rp 8,3 triliun, penerbitan SBN sampai Mei 2008 telah mencapai Rp 57,8 triliun, tambahan pinjaman program telah diupayakan maksimal Rp 25 triliun melalui ADB, Bank Dunia dan bilateral.
Ditambahkan Sri Mulyani, pemerintah juga telah melakukan optimalisasi penerimaan migas yakni:
Sri Mulyani mengakui bahwa usaha-usaha diatas tetap belum memadai. Oleh sebab itu pemerintah segera menerapkan kebijakan kenaikan harga BBM sebagai bentuk pengelihan subsidi ke masyarakat berpendapatan rendah.
(qom/qom)
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers menjelaskan hasil Rapat Kabinet Paripurna di kantor presiden, Jakarta, Rabu (14/5/2008) malam. Rapat kabinet paripurna itu sudah berlangsung sejak pukul 13.00 WIB, dan sempat diselingi istirahat selama sekitar 1 jam pada petang hari.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani menjelaskan soal tudingan para pengunjuk rasa dan juga pengamat ekonomi yang menyatakan bahwa pemerintah belum melakukan efisiensi.
"Saya jelaskan disini bahwa belum sampai pada keputusan BBM, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan APBN tanpa menaikkan harga BBM," katanya.
Ia menjelaskan, penghematan belanja lembaga negara dan departemen juga dilakukan hingga Rp 30,3 triliun. Penerimaan negara non migas sudah dioptimalkan Rp 20 triliun, belanja cadangan risiko fiskal sudah digunakan Rp 8,3 triliun, penerbitan SBN sampai Mei 2008 telah mencapai Rp 57,8 triliun, tambahan pinjaman program telah diupayakan maksimal Rp 25 triliun melalui ADB, Bank Dunia dan bilateral.
Ditambahkan Sri Mulyani, pemerintah juga telah melakukan optimalisasi penerimaan migas yakni:
- Peningkatan lifting sampai dengan April 928 ribu barel per hari. "Ini masih sesuai dengan target APBN," ujar Menkeu.
- Konversi minyak tanah ke elpiji 2 juta kiloliter pada tahun 2008 harus sudah mencakup seluruh pulau Jawa dan tahun berikutnya untuk daerah lainnya.
- Penghematan konsumsi listrik dan biaya BBM PLN sebesar Rp 5 triliun melalui sistem insentif, gasifikasi pembangkit dan penurunan loses.
- Penghematan konsumsi BBM, efisiensi Pertamina Rp 7 triliun.
- Pembatasan konsumsi BBM melalui smart card dan kartu kendali akan efektif mulai November 2008.
- Penghematan energi di kantor-kantor pemerintah, hotel, mal dan pusat perbelanjaan. Presiden akan melakukan sidak ke kantor-kantor pemerintah untuk memastikan program penghematan itu dijalankan.
Sri Mulyani mengakui bahwa usaha-usaha diatas tetap belum memadai. Oleh sebab itu pemerintah segera menerapkan kebijakan kenaikan harga BBM sebagai bentuk pengelihan subsidi ke masyarakat berpendapatan rendah.
(qom/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
