Dalam 2 Tahun, Ekonomi Bisa Kembali Tumbuh 7%
Jumat, 16/05/2008 17:20 WIB
Jakarta - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi baru bisa kembali ke level 6,5-7 persen setelah 2 tahun goncangan di pasar keuangan global terlewati.
Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono dalam bincang-bincang dengan wartawan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
"Mudah-mudahan kita bisa melewati masa-masa yang cukup kritis ini kita bisa kembali pada range 6,5-7 persen seperti dalam waktu 1-2 tahun, 2009 masih kita harapkan kalau situasi politiknya bagus semuanya bagus," ujarnya.
Penyerapan tenaga kerja yang produktif di sektor formal di Indonesia baru akan terpenuhi jika pertumbuhan ekonomi berhasil mencapai level 6,5-7 persen.
"Kalau ekonomi kita kembali pada level 7 persenan akan terjadi lagi penyerapan dari pertanian ke industri, dari non formal ke formal, yang upahnya rendah ke yang upahnya tinggi bahkan dari 1 daerah ke daerah lain, karena banyak yang di luar Jawa," tuturnya.
Boediono juga menyadari jika penyerapan tenaga kerja formal sampai saat ini masih sangat rendah. "Pemerintah memang terbatas dalam menyediakan lapangan tenaga kerja formal seperti PNS, ini tergantung kepada investasi swasta," ujarnya.
Dia pun belum bisa memprediksi kapan pertumbuhan ekonomi di tingkat 6,5-7 persen bisa terjadi sehingga penyerapan tenaga kerja formal bisa meningkat.
(dnl/ddn)
Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian Boediono dalam bincang-bincang dengan wartawan di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (16/5/2008).
"Mudah-mudahan kita bisa melewati masa-masa yang cukup kritis ini kita bisa kembali pada range 6,5-7 persen seperti dalam waktu 1-2 tahun, 2009 masih kita harapkan kalau situasi politiknya bagus semuanya bagus," ujarnya.
Penyerapan tenaga kerja yang produktif di sektor formal di Indonesia baru akan terpenuhi jika pertumbuhan ekonomi berhasil mencapai level 6,5-7 persen.
"Kalau ekonomi kita kembali pada level 7 persenan akan terjadi lagi penyerapan dari pertanian ke industri, dari non formal ke formal, yang upahnya rendah ke yang upahnya tinggi bahkan dari 1 daerah ke daerah lain, karena banyak yang di luar Jawa," tuturnya.
Boediono juga menyadari jika penyerapan tenaga kerja formal sampai saat ini masih sangat rendah. "Pemerintah memang terbatas dalam menyediakan lapangan tenaga kerja formal seperti PNS, ini tergantung kepada investasi swasta," ujarnya.
Dia pun belum bisa memprediksi kapan pertumbuhan ekonomi di tingkat 6,5-7 persen bisa terjadi sehingga penyerapan tenaga kerja formal bisa meningkat.
(dnl/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
