BoJ Tahan Bunga, Yen Menguat
Selasa, 20/05/2008 16:10 WIB
Jakarta - Keputusan Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga di level 0,5% memberi tenaga pada nilai tukar yen. Yen ditutup menguat terhadap dolar AS dan euro sekaligus.
Nilai tukar dolar AS terhadap yen tergelincir menjadi 103,97 yen pada perdagangan di Tokyo, dari sebelumnya 104,31 yen. Begitu juga euro yang terpaksa takluk pada yen dengan menurun dari 161,76 yen menjadi 161,45 yen.
Sementara nilai euro terhadap dolar naik dari US$ 1,5509 menjadi US$ 1,5531.
"Dolar menghadapi tekanan penjualan yang moderat, meskipun tidak ada katalis tertentu. Sejak pasar berada pada masa transisi untuk mencari arahnya, nilai tukar akan sangat sulit keluar dari range ini," kata Head of Forex Chuo Mitsui Trust Bank Yosuke Hosokawa seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2008).
Sementara itu, mata uang regional ditutup bervariasi terhadap dolar AS. Seperti dolar Singapura yang melemah dari 1,3665 menjadi 1,3700 dan dolar Taiwan yang juga menurun dari 30,52 menjadi 30,54. Hal yang sama terjadi pada rupiah Indonesia yang melemah dari 9.295 menjadi 9.305 dan Won Korea Selatan juga melemah dari 1.040 jadi 1.043.
Hanya peso Philipina yang berhasil menguat terhadap dolar AS dari 42,72 jadi 42,67 dan bath Thailand dari 32,25 jadi 42,72.
(lih/lih)
Nilai tukar dolar AS terhadap yen tergelincir menjadi 103,97 yen pada perdagangan di Tokyo, dari sebelumnya 104,31 yen. Begitu juga euro yang terpaksa takluk pada yen dengan menurun dari 161,76 yen menjadi 161,45 yen.
Sementara nilai euro terhadap dolar naik dari US$ 1,5509 menjadi US$ 1,5531.
"Dolar menghadapi tekanan penjualan yang moderat, meskipun tidak ada katalis tertentu. Sejak pasar berada pada masa transisi untuk mencari arahnya, nilai tukar akan sangat sulit keluar dari range ini," kata Head of Forex Chuo Mitsui Trust Bank Yosuke Hosokawa seperti dilansir AFP, Selasa (20/5/2008).
Sementara itu, mata uang regional ditutup bervariasi terhadap dolar AS. Seperti dolar Singapura yang melemah dari 1,3665 menjadi 1,3700 dan dolar Taiwan yang juga menurun dari 30,52 menjadi 30,54. Hal yang sama terjadi pada rupiah Indonesia yang melemah dari 9.295 menjadi 9.305 dan Won Korea Selatan juga melemah dari 1.040 jadi 1.043.
Hanya peso Philipina yang berhasil menguat terhadap dolar AS dari 42,72 jadi 42,67 dan bath Thailand dari 32,25 jadi 42,72.
(lih/lih)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
