Mentan Yakin Kenaikan BBM Tak Pengaruhi Ketahanan Pangan
Kamis, 22/05/2008 11:17 WIB
Anton Apriyantono (bgs)
Yogyakarta - Menteri Pertanian Anton Apriantono mengatakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mempengaruhi ketahanan pangan di Indonesia. Sebab produksi pertanian Indonesia saat ini cukup bagus.
"Karena dari sisi produksi Alhamdulilah bagus. Dan jangan lupa walau biaya produksi naik, subsidi pupuk naik tapi HET tidak naik," kata Anton menjawab pertanyaan wartawan seusai ceramah di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Kamis (22/5/2008).
Menurut dia, kenaikan BBM itu hanya menurunkan subsidi BBM yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan subsidi pupuk. Dengan demikian, HET pupuk akan terus dipertahankan dan tidak akan mengalami kenaikan.
"Itu merupakan kompensasi juga, karena sesungguhnya harga pupuk itu sudah sangat mahal sekali," katanya.
Dia mencontohkan harga pupuk urea di pasaran luar negeri sudah mencapai Rp 4 ribu/kg. Namun di Indnesia pemerintah masih melakukan subsidi sehingga harganya hanya sekitar Rp 1.200/kg.
Ditanya mengenai keluhan petani pemilik traktor tangan yang mengalami kesulitan memperoleh BBM, Anton mengatakan hal itu hanya karena petani tidak mengenai cara ataupun mekanisme pembeliannya. BBM untuk traktor dan alat pertanian tetap tersedia dan boleh membeli di SPBU dengan catatan memperoleh rekomendasi dari dinas setempat.
"Mereka itu hanya belum tahu saja," pungkas dia.
(bgs/qom)
"Karena dari sisi produksi Alhamdulilah bagus. Dan jangan lupa walau biaya produksi naik, subsidi pupuk naik tapi HET tidak naik," kata Anton menjawab pertanyaan wartawan seusai ceramah di Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bulaksumur Yogyakarta, Kamis (22/5/2008).
Menurut dia, kenaikan BBM itu hanya menurunkan subsidi BBM yang selanjutnya digunakan untuk meningkatkan subsidi pupuk. Dengan demikian, HET pupuk akan terus dipertahankan dan tidak akan mengalami kenaikan.
"Itu merupakan kompensasi juga, karena sesungguhnya harga pupuk itu sudah sangat mahal sekali," katanya.
Dia mencontohkan harga pupuk urea di pasaran luar negeri sudah mencapai Rp 4 ribu/kg. Namun di Indnesia pemerintah masih melakukan subsidi sehingga harganya hanya sekitar Rp 1.200/kg.
Ditanya mengenai keluhan petani pemilik traktor tangan yang mengalami kesulitan memperoleh BBM, Anton mengatakan hal itu hanya karena petani tidak mengenai cara ataupun mekanisme pembeliannya. BBM untuk traktor dan alat pertanian tetap tersedia dan boleh membeli di SPBU dengan catatan memperoleh rekomendasi dari dinas setempat.
"Mereka itu hanya belum tahu saja," pungkas dia.
(bgs/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
