Astra Agro Batal Buka Lahan Kebun Sawit di Papua
Kamis, 22/05/2008 18:53 WIB
Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membatalkan rencana ekspansi lahan perkebunan sawit di Papua. Penolakan dari masyarakat setempat merupakan salah satu faktornya.
"Ada beberapa permasalahan untuk membuka lahan di Papua. Jadi untuk saat ini kami belum akan kesana," ungkap Head of Investor Relations AALI, Tjahyo Dwi Ariantono, usai RUPST di hotel Gran Melia, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (22/5/2008).
Sebelumnya, perseroan telah mengajukan perizinan kepada Departemen Pertanian untuk membuka lahan perkebunan sawit di Papua.
Selain AALI, pemain-pemain sawit skala besar juga sedang berencana migrasi lahan ke Papua seperti PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) dan Sime Darby, perusahaan sawit asal Malaysia.
"Membuka lahan di Papua itu cukup sulit. Kami sudah melakukan observasi ke sana. Rupanya untuk membuka lahan disana harus melakukan alih fungsi lahan terlebih dahulu, yaitu dari hutan menjadi kawasan perkebunan," ulas Tjahyo.
Belum lagi, Tjahyo menambahkan penolakan dari masyarakat setempat atas pengalihfungsian lahan tersebut.
"Juga ada masalah-masalah seperti penolakan dari penduduk setempat. Jadi perseroan melihat lebih baik untuk membatalkan rencana ekspansi ke sana," jelas Tjahyo.
(dro/ddn)
"Ada beberapa permasalahan untuk membuka lahan di Papua. Jadi untuk saat ini kami belum akan kesana," ungkap Head of Investor Relations AALI, Tjahyo Dwi Ariantono, usai RUPST di hotel Gran Melia, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Kamis (22/5/2008).
Sebelumnya, perseroan telah mengajukan perizinan kepada Departemen Pertanian untuk membuka lahan perkebunan sawit di Papua.
Selain AALI, pemain-pemain sawit skala besar juga sedang berencana migrasi lahan ke Papua seperti PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Sinarmas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) dan Sime Darby, perusahaan sawit asal Malaysia.
"Membuka lahan di Papua itu cukup sulit. Kami sudah melakukan observasi ke sana. Rupanya untuk membuka lahan disana harus melakukan alih fungsi lahan terlebih dahulu, yaitu dari hutan menjadi kawasan perkebunan," ulas Tjahyo.
Belum lagi, Tjahyo menambahkan penolakan dari masyarakat setempat atas pengalihfungsian lahan tersebut.
"Juga ada masalah-masalah seperti penolakan dari penduduk setempat. Jadi perseroan melihat lebih baik untuk membatalkan rencana ekspansi ke sana," jelas Tjahyo.
(dro/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
