PNS Golongan I, II Diberi Kompensasi Biaya Pendidikan
Jumat, 23/05/2008 15:33 WIB
Warga Antre di Kantor Pos (dnl)
Jakarta - Selain memberikan Bantuan Langsung Tunai kepada 19,1 juta rumah tangga sasaran, pemerintah akan memberikan dana untuk bantuan langsung pendidikan bagi PNS, Polri/TNI golongan I dan II dan buruh dengan gaji di bawah Rp 2 juta/bulan.
Hal tersebut disampaikan Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
Sebelumnya pemerintah berencana memberikan tambahan tunjangan pangan berupa beras bagi PNS, namun skemanya diubah menjadi bantuan pendidikan.
"Ini untuk membantu karena biaya pendidikan akan naik apalagi dengan kenaikan BBM. Ini merupakan bantuan kompensasi kayak BLT, tapi beda dengan BOS, kalau BOS menyeluruh kalau ini enggak," ujarnya.
Bantuan langsung pendidikan ini untuk membantu masyarakat yang levelnya setingkat di atas masyarakat miskin yang sebanyak 19,1 juta itu.
Jumlah PNS, TNI/Polri dan buruh penerima sekitar 3 juta rumah tangga. Namun Bayu masih merahasiakan berapa dana yang akan diterima oleh kalangan ini.
Dana bantuan langsung pendidikan ini kemungkinan cara yang paling baik adalah dengan transfer langsung ke rekening gaji masing-masing.
Sementara mengenai BLT sendiri, Bayu mengatakan tidak ada pembatalan pencairan BLT. BLT akan dibagikan begitu BBM dinaikkan.
"Bukannya batal, nggak ada tuh batal. BLT itu kan diberikan berbarengan dengan kenaikan BBM," ujarnya.
Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo mengatakan pihaknya sudah mencairkan dana untuk BLT sebesar Rp 4,1 triliun dari total dana Rp 14 triliun. Untuk BLT sendiri sebesar Rp 13,37 triliun dan sisanya untuk biaya operasional.
"BLT sudah dicarikan Rp 4,1 triliun pada 19 Mei kemarin jadi belum semuanya. Untuk apa diendapkan di situ, pagunya aja cuma Rp 13,37 triliun, yang kita cairkan Rp 4,1 triliun pada 19 Mei itu untuk tahap pertama untuk 3 bulan," ujarnya.
Herry menjamin, dana sebesar itu pasti sudah sampai di kantong PT Pos. Disinggung mengenai pencairan biaya operasional sekitar Rp 730 miliar, Herry mengatakan dana itu tengah diurus oleh Dirjen Anggaran Ahmad Rochjadi.
"Saya belum tahu sudah dicairkan atau belum karena biaya operasional masih disinkronisasi oleh Pak Ahmad," ujarnya.
(ddn/qom)
Hal tersebut disampaikan Deputi Menko Perekonomian bidang Pertanian dan Kelautan Bayu Krisnamurthi di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/5/2008).
Sebelumnya pemerintah berencana memberikan tambahan tunjangan pangan berupa beras bagi PNS, namun skemanya diubah menjadi bantuan pendidikan.
"Ini untuk membantu karena biaya pendidikan akan naik apalagi dengan kenaikan BBM. Ini merupakan bantuan kompensasi kayak BLT, tapi beda dengan BOS, kalau BOS menyeluruh kalau ini enggak," ujarnya.
Bantuan langsung pendidikan ini untuk membantu masyarakat yang levelnya setingkat di atas masyarakat miskin yang sebanyak 19,1 juta itu.
Jumlah PNS, TNI/Polri dan buruh penerima sekitar 3 juta rumah tangga. Namun Bayu masih merahasiakan berapa dana yang akan diterima oleh kalangan ini.
Dana bantuan langsung pendidikan ini kemungkinan cara yang paling baik adalah dengan transfer langsung ke rekening gaji masing-masing.
Sementara mengenai BLT sendiri, Bayu mengatakan tidak ada pembatalan pencairan BLT. BLT akan dibagikan begitu BBM dinaikkan.
"Bukannya batal, nggak ada tuh batal. BLT itu kan diberikan berbarengan dengan kenaikan BBM," ujarnya.
Dirjen Perbendaharaan Depkeu Herry Purnomo mengatakan pihaknya sudah mencairkan dana untuk BLT sebesar Rp 4,1 triliun dari total dana Rp 14 triliun. Untuk BLT sendiri sebesar Rp 13,37 triliun dan sisanya untuk biaya operasional.
"BLT sudah dicarikan Rp 4,1 triliun pada 19 Mei kemarin jadi belum semuanya. Untuk apa diendapkan di situ, pagunya aja cuma Rp 13,37 triliun, yang kita cairkan Rp 4,1 triliun pada 19 Mei itu untuk tahap pertama untuk 3 bulan," ujarnya.
Herry menjamin, dana sebesar itu pasti sudah sampai di kantong PT Pos. Disinggung mengenai pencairan biaya operasional sekitar Rp 730 miliar, Herry mengatakan dana itu tengah diurus oleh Dirjen Anggaran Ahmad Rochjadi.
"Saya belum tahu sudah dicairkan atau belum karena biaya operasional masih disinkronisasi oleh Pak Ahmad," ujarnya.
(ddn/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
