Wawancara 'Mr Strategy'
Manfaatkan Kejenuhan di China
Rabu, 28/05/2008 09:22 WIB
Dr. Keinichi Ohmae (dnl)
Jakarta - Dunia kini sedang luber likuiditas. Sementara negara-negara jagoan investasi sudah mencapai titik jenuh seperti China. Indonesia yang memiliki salah satu penduduk paling besar bisa menjadi salah satu alternatif investasi paling menarik.
Apa yang harus dilakukan Indonesia untuk memanfaatkan situasi ini? Berpeluangkah Indonesia untuk menarik dana-dana asing di luar itu?
Dr. Keinichi Ohmae memberikan penjelasannya dalam wawancara disela-sela forum 'Indonesia Regional Investment Forum 2008' yang berlangsung di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
Dia merupakan Pendiri dan Direktur Pelaksana Ohmae & Associates, dimana nasehatnya banyak diminta oleh perusahaan-perusahaan multinasional di Asia, Eropa, Amerika Utara dan oleh Lembaga-Lembaga Pemerintah. Ohmae juga memainkan peranan penting dalam membantu pemerintah negara-negara Asia mengembangkan strategi berorientasi kawasan untuk masa depan.
Keinichi juga menjadi 5 Top Management Guru versi Majalah The Economist, dan dijuluki "Mr. Strategy" di seluruh dunia. Dalam kesempatan pergelaran Indonesia Regional Investment Forum 2008, Ohmae menjadi pembicara untuk memberikan pemikirannya dalam pengembangan investasi di Indonesia.
Demikian petikan wawancaranya dengan beberapa wartawan di acara tersebut:
Menurut anda bagaimana Indonesia bisa menarik investor luar untuk investasi?
Saat ini Indonesia harus bisa meningkatkan dan memberdayakan potensi di daerahnya karena Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang besar untuk bisa menjadi industri yang besar. Saya pikir otonomi ke daerah itu harus lebih diperluas di Indonesia sehingga daerah mempunyai daya saing akan produk-produk yang dihasilkannya. Jadi menurut saya pemberdayaan daerah bisa menarik investasi dari luar.
Dibandingkan dengan negara lain di Asia, apakah Indonesia masih menarik?
Indonesia bisa menjadi alternatif investasi yang aman bagi para investor, karena saat ini investasi di China sudah jenuh sehingga Indonesia bisa jadi alternatif. Saat ini likuiditas yang berkeliaran di seluruh dunia mencapai US$ 60 triliun yang mencari tempat untuk diinvestasikan, karena itu Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini.
Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah untuk bisa menarik investasi?
Saya rasa sektor infrastruktur perlu dibangun lebih galak lagi oleh pemerintah, sehingga Indonesia dinilai lebih efisien bagi investor, karena di China seperti itu dimana infrastrukturnya sudah memadai.
Lalu dengan menghadapi krisis karena harga minyak dan juga naiknya harga pangan apakah Indonesia masih bisa menarik investasi?
Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan di tengah tingginya harga pangan saat ini. Harga energi memang tinggi karena itu akan ada alternatif energi di luar minyak karena dunia juga tidak bisa menahan lagi kalau harga minyak sampai menyentuh US$ 200 per barel. Jadi untuk kenaikkan harga pangan Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini dengan menjadi major exporter.
Mengenai masalah korupsi, apakah ini menjadi pertimbangan investor juga untuk berinvestasi di Indonesia?
Pengurangan tindak korupsi itu bisa dilakukan dengan tegas dengan pola kepemimpinan yang bagus. Seperti di Malaysia saat kepemimpinan Mahattir dan Singapura saat kepemimpinan Lee Kwan Yeu dimana korupsi bisa diberantas habis, jadi leadership itu penting. Dan saya rasa investor juga sudah belajar menyelesaikan masalah tersebut.
(dnl/qom)
Apa yang harus dilakukan Indonesia untuk memanfaatkan situasi ini? Berpeluangkah Indonesia untuk menarik dana-dana asing di luar itu?
Dr. Keinichi Ohmae memberikan penjelasannya dalam wawancara disela-sela forum 'Indonesia Regional Investment Forum 2008' yang berlangsung di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (27/5/2008).
Dia merupakan Pendiri dan Direktur Pelaksana Ohmae & Associates, dimana nasehatnya banyak diminta oleh perusahaan-perusahaan multinasional di Asia, Eropa, Amerika Utara dan oleh Lembaga-Lembaga Pemerintah. Ohmae juga memainkan peranan penting dalam membantu pemerintah negara-negara Asia mengembangkan strategi berorientasi kawasan untuk masa depan.
Keinichi juga menjadi 5 Top Management Guru versi Majalah The Economist, dan dijuluki "Mr. Strategy" di seluruh dunia. Dalam kesempatan pergelaran Indonesia Regional Investment Forum 2008, Ohmae menjadi pembicara untuk memberikan pemikirannya dalam pengembangan investasi di Indonesia.
Demikian petikan wawancaranya dengan beberapa wartawan di acara tersebut:
Menurut anda bagaimana Indonesia bisa menarik investor luar untuk investasi?
Saat ini Indonesia harus bisa meningkatkan dan memberdayakan potensi di daerahnya karena Indonesia mempunyai potensi sumber daya alam yang besar untuk bisa menjadi industri yang besar. Saya pikir otonomi ke daerah itu harus lebih diperluas di Indonesia sehingga daerah mempunyai daya saing akan produk-produk yang dihasilkannya. Jadi menurut saya pemberdayaan daerah bisa menarik investasi dari luar.
Dibandingkan dengan negara lain di Asia, apakah Indonesia masih menarik?
Indonesia bisa menjadi alternatif investasi yang aman bagi para investor, karena saat ini investasi di China sudah jenuh sehingga Indonesia bisa jadi alternatif. Saat ini likuiditas yang berkeliaran di seluruh dunia mencapai US$ 60 triliun yang mencari tempat untuk diinvestasikan, karena itu Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini.
Lalu apa yang harus dilakukan pemerintah untuk bisa menarik investasi?
Saya rasa sektor infrastruktur perlu dibangun lebih galak lagi oleh pemerintah, sehingga Indonesia dinilai lebih efisien bagi investor, karena di China seperti itu dimana infrastrukturnya sudah memadai.
Lalu dengan menghadapi krisis karena harga minyak dan juga naiknya harga pangan apakah Indonesia masih bisa menarik investasi?
Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan di tengah tingginya harga pangan saat ini. Harga energi memang tinggi karena itu akan ada alternatif energi di luar minyak karena dunia juga tidak bisa menahan lagi kalau harga minyak sampai menyentuh US$ 200 per barel. Jadi untuk kenaikkan harga pangan Indonesia seharusnya bisa memanfaatkan ini dengan menjadi major exporter.
Mengenai masalah korupsi, apakah ini menjadi pertimbangan investor juga untuk berinvestasi di Indonesia?
Pengurangan tindak korupsi itu bisa dilakukan dengan tegas dengan pola kepemimpinan yang bagus. Seperti di Malaysia saat kepemimpinan Mahattir dan Singapura saat kepemimpinan Lee Kwan Yeu dimana korupsi bisa diberantas habis, jadi leadership itu penting. Dan saya rasa investor juga sudah belajar menyelesaikan masalah tersebut.
(dnl/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
