KPK Dilibatkan untuk Berantas Penyuap Aparat Bea Cukai
Senin, 02/06/2008 10:51 WIB
Penggeledahan KPK (ari)
Jakarta - Hukum supply and demand berlaku untuk kasus suap menyuap aparat Bea Cukai, sebagaimana temuan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir pekan lalu. Tak hanya aparat Bea Cukai, oknum penyuap demi kelancaran pengurusan dokumen tersebut juga harus diberantas.
Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi mengungkapkan, salah satu alasan pelibatan KPK adalah selain memberikan shock therapy, adalah untuk memberantas pula beking-beking dari perusahaan yang selama ini selalu berusaha untuk memberikan suap kepada pegawai bea cukai.
"Makanya itu kita pakai KPK. Coba siapa yang berani sama KPK?" tegas Anwar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2008).
Dalam penggeledahan pekan lalu, dari bukti yang dikumpulkan KPK hingga Sabtu (30/5/2008) dini hari mencapai Rp 500 juta, yang merupakan amplop dari berbagai perusahaan. Uang itu dalam berbagai bentuk yakni rupiah, dolar AS, dolar Australia dan dolar Singapura.
Wakil Ketua KPK M. Jasin sebelumnya mengatakan ada lebih dari 20 orang aparat Bea Cukai yang diperiksa. Jasin menilai reformasi birokrasi yang dilakukan Dirjen Bea Cukai dengan mengganti seluruh pegawai KPU Tanjung Priok pada April 2007, ternyata belum sanggup memberantas korupsi.
Padahal program reformasi Bea Cukai yang merupakan bagian dari reformasi Depkeu menelan dana yang tidak sedikit. Seperti diketahui, Menkeu telah mengeluarkan Keputusan Menteri keuangan No.289/KM.01/2007 dan No.290/KMK.01/2007 terkait reformasi birokrasi yang salah satunya mengatur tentang gaji pegawai Depkeu.
Dalam aturan tersebut, sejak 1 Juli 2007 seluruh pegawai Depkeu menerima kenaikan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan negara (TKPKN) yang besarnya bervariasi mulai Rp 1,33 juta hingga Rp 46,95 juta per bulan, jadi total tunjangan pegawai Depkeu naik Rp 4,3 triliun.
(qom/ddn)
Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi mengungkapkan, salah satu alasan pelibatan KPK adalah selain memberikan shock therapy, adalah untuk memberantas pula beking-beking dari perusahaan yang selama ini selalu berusaha untuk memberikan suap kepada pegawai bea cukai.
"Makanya itu kita pakai KPK. Coba siapa yang berani sama KPK?" tegas Anwar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (2/6/2008).
Dalam penggeledahan pekan lalu, dari bukti yang dikumpulkan KPK hingga Sabtu (30/5/2008) dini hari mencapai Rp 500 juta, yang merupakan amplop dari berbagai perusahaan. Uang itu dalam berbagai bentuk yakni rupiah, dolar AS, dolar Australia dan dolar Singapura.
Wakil Ketua KPK M. Jasin sebelumnya mengatakan ada lebih dari 20 orang aparat Bea Cukai yang diperiksa. Jasin menilai reformasi birokrasi yang dilakukan Dirjen Bea Cukai dengan mengganti seluruh pegawai KPU Tanjung Priok pada April 2007, ternyata belum sanggup memberantas korupsi.
Padahal program reformasi Bea Cukai yang merupakan bagian dari reformasi Depkeu menelan dana yang tidak sedikit. Seperti diketahui, Menkeu telah mengeluarkan Keputusan Menteri keuangan No.289/KM.01/2007 dan No.290/KMK.01/2007 terkait reformasi birokrasi yang salah satunya mengatur tentang gaji pegawai Depkeu.
Dalam aturan tersebut, sejak 1 Juli 2007 seluruh pegawai Depkeu menerima kenaikan Tunjangan Khusus Pembinaan Keuangan negara (TKPKN) yang besarnya bervariasi mulai Rp 1,33 juta hingga Rp 46,95 juta per bulan, jadi total tunjangan pegawai Depkeu naik Rp 4,3 triliun.
(qom/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
