Pegawai Bea Cukai Terancam Dipecat
Senin, 02/06/2008 13:49 WIB
Penggeledahan KPK (ari)
Jakarta - KPK terus melakukan pemeriksaan kasus dugaan penyuapan di Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tanjung Priok. Bagi pegawai yang terbukti korupsi, sanksi pemecatan akan diberikan.
Dari pemeriksaan KPK, 4 Pegawai terindikasi korupsi, 48 orang diperiksa dan 17 orang telah dibebaskan. 4 Orang itu berinisial M, NTP, P, dan AGP atau ASP.
"Ini lebih banyak dari yang kita sampaikan sebelumnya. 4 Orang ada indikasi tindak pidana," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin, di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/6/2008).
Menurut Jasin, sesuai sesuai dengan PP No 30/1980, maka sanksi yang diberikan kepada aparat bea cukai itu cukup berat.
"Bisa pemecatan tidak hormat, dimutasi hingga tidak menerima pensiun. Tidak peduli itu misalnya hanya petugas cleaning service, satpam atau juru parkir. Kalau ada keterlibatan melakukan dugaan korupsi kita periksa juga," papar dia.
Menurut Jasin, penyuapan di BC diduga dilakukan di toilet, tempat parkir bahkan di tempat ibadah.
Apakah ada dugaan penyuapan sistematis? "Sejak ada kantor pelayanan utama penyuapan cenderung menurun. Mungkin ada sistematis, tetapi hanya di kalangan pegawai pemeriksa dokumen saja," sahut Jasin.
(aan/qom)
Dari pemeriksaan KPK, 4 Pegawai terindikasi korupsi, 48 orang diperiksa dan 17 orang telah dibebaskan. 4 Orang itu berinisial M, NTP, P, dan AGP atau ASP.
"Ini lebih banyak dari yang kita sampaikan sebelumnya. 4 Orang ada indikasi tindak pidana," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan, M Jasin, di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (2/6/2008).
Menurut Jasin, sesuai sesuai dengan PP No 30/1980, maka sanksi yang diberikan kepada aparat bea cukai itu cukup berat.
"Bisa pemecatan tidak hormat, dimutasi hingga tidak menerima pensiun. Tidak peduli itu misalnya hanya petugas cleaning service, satpam atau juru parkir. Kalau ada keterlibatan melakukan dugaan korupsi kita periksa juga," papar dia.
Menurut Jasin, penyuapan di BC diduga dilakukan di toilet, tempat parkir bahkan di tempat ibadah.
Apakah ada dugaan penyuapan sistematis? "Sejak ada kantor pelayanan utama penyuapan cenderung menurun. Mungkin ada sistematis, tetapi hanya di kalangan pegawai pemeriksa dokumen saja," sahut Jasin.
(aan/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:20 WIB
Perlukah Anggota DPR Naik Gaji Tahun Depan?
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 08:17 WIB
Ada Menara Tertinggi ke-5 di Dunia, Pasar Properti RI Makin Seksi
-
Kamis, 24/05/2012 09:08 WIB
The Signature Tower Angkat Nama Indonesia di Internasional
-
Kamis, 24/05/2012 07:03 WIB
Inilah 15 Perusahaan Idaman Mahasiswa Fresh Graduate
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
