detikfinance

Impor Tabung Gas Bikin Miris

Indro Bagus SU - detikfinance
Selasa, 03/06/2008 16:23 WIB
Fahmi Idris (hen)
Tangerang - Menteri Perindustrian Fahmi Idris kembali mengaku kecewa atas adanya keputusan impor tabung gas sebanyak 6 juta tabung untuk keperluan konversi minyak tanah ke elpiji. Fahmi pun terpaksa menerima keputusan kabinet itu.

"Sebenarnya saya sangat berkecil hati dengan dipilihnya opsi impor tabung," ujarnya saat meninjau pabrik PT Aditec Cakrawiyasa (produsen kompor) dan PT Pelangi Indah Kanindo (produsen tabung) di Tangerang, Selasa (3/6/2008).

Fahmi menuturkan target produksi tahun ini 40 juta tabung, sebanyak 24 juta diproduksi oleh perusahaan swasta, dan 10 juta dari 4 BUMN yaitu PT Adhi Karya, PT Wijaya Karya, PT Bharata dan PT Boma Bisma Indra. "Sisanya 6 juta tabung adalah yang dikatakan kekurangan dan rencananya akan dipenuhi dengan impor.

"Mengenai keputusan impor, sebenarnya departemen perindustrian sudah meminta pada produsen-produsen tabung untuk meningkatkan kapasitas produksinya," ujarnya.

Mengenai harga tabung, saat ini masih dalam pembicaraan. Berdasarkan harga yang diberikan Badan Pengawas Pembangunan dan Keuangan (BPKP) yakni sebesar Rp 126.000 per tabung. "Kemudian kami memberikan harga dengan memperhatikan harga di pasar. Perhitungan kami, per hari ini harga tabung sekitar Rp 129.000 per tabung," ujarnya.

Sementara itu Ketua Ketua Asosiasi Tabung Baja (Asitab) Tjiptadi di tempat yang sama mengatakan harga tabung yang sesuai adalah Rp 130.000. Jadi lebih tinggi dari harga pemerintah.

"Hanya saja sebelum harga tersebut ditetapkan, kami meminta Depperin mempertimbangkan kembali harga tabung yang kami ajukan," ujarnya.

(ddn/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.