Bank Dunia Serukan Tak Ada Lagi Larangan Ekspor Pangan
Kamis, 05/06/2008 16:36 WIB
Food Crisis Summit (FAO)
Roma - Harga pangan melonjak hingga 2 kali lipat dalam 3 tahun terakhir. Sejumlah negara memutuskan untuk mengeluarkan larangan ekspor bahan pangan, yang menyebabkan negara lainnya menderita.
Presiden Bank Dunia Robert Zoellick meminta agar negara-negara di seluruh dunia menghapuskan hambatan perdagangan yang bisa memberikan kontribusi pada inflasi harga pangan.
"Kami perlu memberikan seruan internasional agar larangan ekspor dan berbagai hambatan dihilangkan," ujarnya dalam 'Food Crisis Summit' di Roma, Italia, seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/6/2008).
Harga pangan semakin meningkat akhir-akhir ini dan menimbulkan sejumlah kerusuhan terutama di negara-negara miskin Afrika. Sejumlah negara telah mengeluarkan larangan ekspor untuk mengamankan pasokan dalam negeri seperti Brasil, Vietnam, India dan Yunani.
Dalam 'Food Crisis Summit' yang berlangsung selama 3 hari itu, sejumlah negara mengkritik kebijakan negara-negara barat yang memberikan proteksi terhadap produk-produknya.
"Langkah itu telah menyebabkan kenaikan harga dan melukai masyarakat di seluruh dunia yang sedang berjuang untuk mencari makan," imbuh Zoellick.
Para pemimpin yang mengikuti 'Food Crisis Summit' itu akan mendeklarasikan untuk menggunakan semua hal guna membantu masyarakat miskin karena krisis, meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan investasi bidang pertanian.
"Kami akan bekerja keras untuk menjamin perdagangan produk pertanian pangan dan seluruh kebijakan perdagangan kondusif untuk menyediakan keamanan pangan bagi semua, demikian pernyataan bersama dama 'Food Crisis Summit' itu.
Para pemimpin dunia juga sepakat bahwa keamanan pangan harus segera dimasukkan dalam tatanan perdagangan dunia yang baru.
(qom/ir)
Presiden Bank Dunia Robert Zoellick meminta agar negara-negara di seluruh dunia menghapuskan hambatan perdagangan yang bisa memberikan kontribusi pada inflasi harga pangan.
"Kami perlu memberikan seruan internasional agar larangan ekspor dan berbagai hambatan dihilangkan," ujarnya dalam 'Food Crisis Summit' di Roma, Italia, seperti dikutip dari AFP, Kamis (5/6/2008).
Harga pangan semakin meningkat akhir-akhir ini dan menimbulkan sejumlah kerusuhan terutama di negara-negara miskin Afrika. Sejumlah negara telah mengeluarkan larangan ekspor untuk mengamankan pasokan dalam negeri seperti Brasil, Vietnam, India dan Yunani.
Dalam 'Food Crisis Summit' yang berlangsung selama 3 hari itu, sejumlah negara mengkritik kebijakan negara-negara barat yang memberikan proteksi terhadap produk-produknya.
"Langkah itu telah menyebabkan kenaikan harga dan melukai masyarakat di seluruh dunia yang sedang berjuang untuk mencari makan," imbuh Zoellick.
Para pemimpin yang mengikuti 'Food Crisis Summit' itu akan mendeklarasikan untuk menggunakan semua hal guna membantu masyarakat miskin karena krisis, meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan investasi bidang pertanian.
"Kami akan bekerja keras untuk menjamin perdagangan produk pertanian pangan dan seluruh kebijakan perdagangan kondusif untuk menyediakan keamanan pangan bagi semua, demikian pernyataan bersama dama 'Food Crisis Summit' itu.
Para pemimpin dunia juga sepakat bahwa keamanan pangan harus segera dimasukkan dalam tatanan perdagangan dunia yang baru.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Sesi I
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
