Pertamina Mengaku Kewalahan Sediakan Elpiji 12 Kg
Jumat, 06/06/2008 15:49 WIB
Tabung Elpiji 12 kg (bbn)
Jakarta - PT Pertamina (persero) akhirnya mengaku kewalahan menangani pasokan dan distribusi elpiji 12 kg. Pertamina menyambut baik pihak swasta yang ingin bergelut di bisnis gas elpiji ini.
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menjelaskan, permintaan elpiji 12 kg belakangan ini terus meningkat. Terutama setelah pemerintah mengenalkan elpiji 3 kg untuk menggantikan minyak tanah.
"Sebenarnya berat, bukan nggak sanggup. Yang 12 kg asal harganya fair, kita sanggup sih sanggup. Tapi karena demand meningkat, yang pakai 3 kg jadi ke 12 kg dan 50 kg juga beralih ke 12 kg. Jadi berat," katanya usai salat Jumat di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (6/6/2008).
Makin banyaknya pengguna elpiji 12 kg membuat Pertamina makin merugi karena elpiji 12 kg tidak disubsidi pemerintah melainkan Pertamina secara korporat.
Sebelumnya, Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya pernah menyatakan kerugian bisnis elpiji 12 kg tahun ini mencapai Rp 7 triliun. Melonjak 2 kali lipat dari 2007 yang sekitar Rp 3 triliun.
"Jadi 12 kg ini kalau kondisinya seperti sekarang Pertamina sulit mengembangkannya. Sudah harga tidak disubsidi, demand meningkat, sementara Pertamina infrastruturnya terbatas. Jadi 3 kendala ini kita sulit menghadapi kenaikan permintaan 12 kg," ujar Faisal.
Pertamina kewalahan yang ini terlihat dari beberapa kejadian kelangkaan elpiji 12 kg belakangan ini yang terjadi di beberapa lokasi.
Untuk itu, Pertamina mengajak pihak swasta untuk masuk ke bisnis elpiji 12 kg ini. Sehingga Pertamina kemudian bisa fokus menangani elpiji 3 kg.
"Kalau emang ada pihak swasta berbisnis yang 12 kg kita sambut dengan senang hati, agar kita fokus pada yang 3 kg untuk menyelesaikan program pemerintah," kata Faisal.
(lih/qom)
Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Faisal menjelaskan, permintaan elpiji 12 kg belakangan ini terus meningkat. Terutama setelah pemerintah mengenalkan elpiji 3 kg untuk menggantikan minyak tanah.
"Sebenarnya berat, bukan nggak sanggup. Yang 12 kg asal harganya fair, kita sanggup sih sanggup. Tapi karena demand meningkat, yang pakai 3 kg jadi ke 12 kg dan 50 kg juga beralih ke 12 kg. Jadi berat," katanya usai salat Jumat di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (6/6/2008).
Makin banyaknya pengguna elpiji 12 kg membuat Pertamina makin merugi karena elpiji 12 kg tidak disubsidi pemerintah melainkan Pertamina secara korporat.
Sebelumnya, Deputi Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya pernah menyatakan kerugian bisnis elpiji 12 kg tahun ini mencapai Rp 7 triliun. Melonjak 2 kali lipat dari 2007 yang sekitar Rp 3 triliun.
"Jadi 12 kg ini kalau kondisinya seperti sekarang Pertamina sulit mengembangkannya. Sudah harga tidak disubsidi, demand meningkat, sementara Pertamina infrastruturnya terbatas. Jadi 3 kendala ini kita sulit menghadapi kenaikan permintaan 12 kg," ujar Faisal.
Pertamina kewalahan yang ini terlihat dari beberapa kejadian kelangkaan elpiji 12 kg belakangan ini yang terjadi di beberapa lokasi.
Untuk itu, Pertamina mengajak pihak swasta untuk masuk ke bisnis elpiji 12 kg ini. Sehingga Pertamina kemudian bisa fokus menangani elpiji 3 kg.
"Kalau emang ada pihak swasta berbisnis yang 12 kg kita sambut dengan senang hati, agar kita fokus pada yang 3 kg untuk menyelesaikan program pemerintah," kata Faisal.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Sesi I
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
