JK Nilai Pembelian Saham Indosat oleh Qtel Sah-sah Saja
Jumat, 13/06/2008 15:16 WIB
Jusuf Kalla (Setwapres)
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menilai penjualan 40,8% saham Indosat milik Singapore Technologies Telemedia (STT) kepada Qatar Telecom (Qtel) sebagai transaksi bisnis biasa yang sah-sah saja dilakukan.
"Ini suatu transaksi bisnis biasa di luar. Hanya karena pemiliknya Singapura, ia transaksikan di luar. Pemindahan itu sah-sah saja," jelas Kalla usai salat jumat dikantornya, Jakarta, Jumat (13/6/2008).
Menurut Kalla, yang berhak mengatur transaksi ini adalah Bapepam dan bukan pemerintah. Dan sesuai aturan, karena Qtel membeli saham lebih dari 25%, maka harus dilanjutkan dengan tender offer.
"Regulasinya ialah diatas 25% sah dibeli. Harus tender offer, artinya, dia juga harus menyampaikan kepada pemegang saham yang lain kalau mau juga harus membeli dengan harga segini," jelas Kalla.
Dengan penjualan saham ini, kata Kalla, berarti apa yang dipermasalahkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas kepemilikan silang Temasek di Indosat dan Telkomsel sudah tidak ada lagi.
"Prinsip pokok fundamental KPPU ialah ingin agar ada persaingan sehingga tidak ingin ada perusahaan yang memiliki saham di dua perusahaan yang sama yakni Temasek. Karena itu sebenarnya prinsip pokok persaingan tentu sudah tak ada soal," ujar Kalla.
Pemerintah berniat membeli saham Indosat? "Prinsip pemerintah kalau ada dana berlebih, maka pemerintah harus membikin investasi yang ada nilai tambah. Kalau pemerintah membeli Indosat, nilai tambahnya apa?" ketus Kalla.
(qom/ir)
"Ini suatu transaksi bisnis biasa di luar. Hanya karena pemiliknya Singapura, ia transaksikan di luar. Pemindahan itu sah-sah saja," jelas Kalla usai salat jumat dikantornya, Jakarta, Jumat (13/6/2008).
Menurut Kalla, yang berhak mengatur transaksi ini adalah Bapepam dan bukan pemerintah. Dan sesuai aturan, karena Qtel membeli saham lebih dari 25%, maka harus dilanjutkan dengan tender offer.
"Regulasinya ialah diatas 25% sah dibeli. Harus tender offer, artinya, dia juga harus menyampaikan kepada pemegang saham yang lain kalau mau juga harus membeli dengan harga segini," jelas Kalla.
Dengan penjualan saham ini, kata Kalla, berarti apa yang dipermasalahkan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) atas kepemilikan silang Temasek di Indosat dan Telkomsel sudah tidak ada lagi.
"Prinsip pokok fundamental KPPU ialah ingin agar ada persaingan sehingga tidak ingin ada perusahaan yang memiliki saham di dua perusahaan yang sama yakni Temasek. Karena itu sebenarnya prinsip pokok persaingan tentu sudah tak ada soal," ujar Kalla.
Pemerintah berniat membeli saham Indosat? "Prinsip pemerintah kalau ada dana berlebih, maka pemerintah harus membikin investasi yang ada nilai tambah. Kalau pemerintah membeli Indosat, nilai tambahnya apa?" ketus Kalla.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:21 WIB
Warga Kalimantan Hanya Ingin BBM Subsidi, Pertamax Cs Tak Laku
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
Kamis, 24/05/2012 12:07 WIB
Sesi I
Bergerak Fluktuatif, IHSG Rehat di 3.972
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
31 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
