Usai Penggeledahan KPK
Pelayanan Bea Cukai Normal Lagi
Kamis, 19/06/2008 13:13 WIB
Grafik PIB (Ditjen BC)
Jakarta - Pengusaha mengeluhkan lambatnya pelayanan Ditjen Bea Cukai setelah sidak Komisi Pemberantasan Korupsi di KPU Bea Cukai Tanjung Priok 30 Mei lalu.
Namun Ditjen Bea Cukai mengklaim pada pekan ini pelayanan kepabeanan sudah kembali seperti semula.
Penegasan sudah normalnya pelayanan tersebut disampaikan Ditjen Bea Cukai dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (19/6/2008).
Berdasarkan data Sistem Aplikasi Impor DJBC, persentase rata-rata penyelesaian dokumen impor (PIB) untuk setiap penjaluran dibandingkan dengan total PIB yang masuk per hari untuk periode sebelum inspeksi mendadak (rata-rata pada 26-31 Mei 2008) dan minggu ini (rata-rata pada 16-17 Juni 2008) sudah hampir sama.
Untuk jalur merah yang paling rawan misalnya persentase penyelesaian dokumen PIB dibandingkan PIB yang masuk ke Bea Cukai mencapai di atas 20 persen, hampir sama seperti keadaan sebelum sidak 30 Mei 2008.
Untuk jalur hijau di atas 40 persen, sedangkan jalur prioritas, persentase penyelesaian dokumen PIB dibandingkan total PIB yang masuk sudah mencapai di atas 20 persen.
Arus barang di Tanjung Priok juga sudah lancar. Hal ini terlihat dari tingkat
YOR (Yard Occupancy Ratio) pada beberapa Tempat Penimbunan Sementara (TPS).
Seperti di TPS JICT 1 jika sebelum 30 Mei 2008 tingkatnya sebesar 78 persen kini tingkat YOR-nya 77 persen. TPS MAL sebelum 30 Mei 107,39 persen kini 83,12 persen.
Kemudian TPS Graha jika sebelum 30 Mei 2008 tingkat YOR-nya 88,48 persen kini mencapai 111,31 persen.
"Beberapa langkah antisipatif yang telah dilakukan oleh KPU BC Priok dalam mengatasi
permasalahan akibat akumulasi dari dampak stagnasi dan kelambatan yang terjadi selama kurun waktu sebelumnya setidaknya dapat menunjukkan hasil yang cukup baik dan sesuai dengan harapan," bunyi siaran pers Bea Cukai tersebut.
Namun peran serta masyarakat khususnya pengguna jasa kepabeanan serta seluruh stakeholder terkait terutama dalam hal compliance terhadap pemenuhan kewajiban di bidang kepabeanan sangat diperlukan dalam menciptakan iklim yang kondusif,
kelancaran, dan kenyamanan dalam pelayanan impor-ekspor di KPU BC Priok.
(ddn/qom)
Namun Ditjen Bea Cukai mengklaim pada pekan ini pelayanan kepabeanan sudah kembali seperti semula.
Penegasan sudah normalnya pelayanan tersebut disampaikan Ditjen Bea Cukai dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (19/6/2008).
Berdasarkan data Sistem Aplikasi Impor DJBC, persentase rata-rata penyelesaian dokumen impor (PIB) untuk setiap penjaluran dibandingkan dengan total PIB yang masuk per hari untuk periode sebelum inspeksi mendadak (rata-rata pada 26-31 Mei 2008) dan minggu ini (rata-rata pada 16-17 Juni 2008) sudah hampir sama.
Untuk jalur merah yang paling rawan misalnya persentase penyelesaian dokumen PIB dibandingkan PIB yang masuk ke Bea Cukai mencapai di atas 20 persen, hampir sama seperti keadaan sebelum sidak 30 Mei 2008.
Untuk jalur hijau di atas 40 persen, sedangkan jalur prioritas, persentase penyelesaian dokumen PIB dibandingkan total PIB yang masuk sudah mencapai di atas 20 persen.
Arus barang di Tanjung Priok juga sudah lancar. Hal ini terlihat dari tingkat
YOR (Yard Occupancy Ratio) pada beberapa Tempat Penimbunan Sementara (TPS).
Seperti di TPS JICT 1 jika sebelum 30 Mei 2008 tingkatnya sebesar 78 persen kini tingkat YOR-nya 77 persen. TPS MAL sebelum 30 Mei 107,39 persen kini 83,12 persen.
Kemudian TPS Graha jika sebelum 30 Mei 2008 tingkat YOR-nya 88,48 persen kini mencapai 111,31 persen.
"Beberapa langkah antisipatif yang telah dilakukan oleh KPU BC Priok dalam mengatasi
permasalahan akibat akumulasi dari dampak stagnasi dan kelambatan yang terjadi selama kurun waktu sebelumnya setidaknya dapat menunjukkan hasil yang cukup baik dan sesuai dengan harapan," bunyi siaran pers Bea Cukai tersebut.
Namun peran serta masyarakat khususnya pengguna jasa kepabeanan serta seluruh stakeholder terkait terutama dalam hal compliance terhadap pemenuhan kewajiban di bidang kepabeanan sangat diperlukan dalam menciptakan iklim yang kondusif,
kelancaran, dan kenyamanan dalam pelayanan impor-ekspor di KPU BC Priok.
(ddn/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
