detikfinance

Proses IPO dan Secondary Offering Saham akan Dipersingkat

Wahyu Daniel - detikfinance
Kamis, 19/06/2008 15:35 WIB
Bursa Efek Indonesia (dro)
Jakarta - Demi mengurangi risiko pasar yang terjadi selama emiten menunggu keluarnya pernyataan efektif, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) akan mempersingkat proses IPO dan secondary offering (penawaran saham kedua).

"Kita akan memperbaiki proses time line IPO dari mulai pendaftaran, pernyataan efektif jadi akan kita persingkat dan prosedurnya akan diubah," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany di kompleks gedung Danaphala, Jakarta, Kamis (19/6/2008).

Selama ini proses pernyataan efektif hingga ke penawaran ada yang masih berjalan selama 10 hari. Kini Bapepam LK akan mempersingkatnya untuk mengurangi risiko dari bergolaknya pasar yang sulit ditebak.

"Pasar kan lagi volatile ini, dari pernyataan efektif sampai penawaran itu 10 hari, nah itu akan kita percepat," ujar Fuad.

Dia berharap tidak ada lagi pembatalan IPO seperti yang dilakukan PT Wahana Artha Harsaka yang mengurungkan niatnya masuk ke Bursa Efek Indonesia padahal sudah melakukan penawaran saham ke publik. Wahana menunda listing sahamnya karena pasar yang tidak kondusif.

"Seperti Wahana gara-gara kelamaan market tiba-tiba jatuh, jadi kita akan mengurangi market risk itu dengan cara mempercepat prosesnya," ujar Fuad.

Fuad juga menegaskan untuk aturan secondary offering akan dipermudah. Jadi yang mau secondary offering tidak perlu pendaftaran lagi kalau menjualnya ke qualified investor.

"Jadi kalau emiten mau mencari duit di pasar sekunder tidak perlu dipersulit, contohnya di Singapura 3 hari saja secondary offering mereka sudah dapat duit," katanya.

Menurut Fuad aturan baru yang mempersingkat IPO dan secondary offering akan dikeluarkan pada tahun ini juga.

(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.