RAPBN 2009 Pakai Asumsi Produksi Batubara 250 Juta Ton
Kamis, 19/06/2008 15:55 WIB
Simon Sembiring (Alih)
Jakarta - Produksi batubara nasional yang akan masuk asumsi RAPBN 2009 direncanakan sebesar 250 juta ton per tahun. Volume tersebut kira-kira setara dengan 2,7 barel per hari ekuivalen minyak.
Menurut Dirjen Minerbapabum Departemen ESDM, Simon Sembiring, produksi tersebut meningkat dari tahun lalu yang sebesar 230-an juta ton per tahun.
"Asumsi ini sudah memperhitungkan kebutuhan batubara untuk proyek 10.000 MW sebanyak 21 juta ton per tahun. Dan juga kebutuhan industri semen," katanya disela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
Dari produksi 250 juta ton per tahun itu, sekitar 28% atau 75,4 juta tonnya akan digunakan di dalam negeri dan sisanya diekspor. Sementara alokasi batuabar untuk dalam negeri pada 2008 sekitar 50 juta ton.
Produksi batubara memang direncanakan masuk dalam asumsi RAPBN 2009. Simon mengakui, meski secara volume produksi batubara diatas minyak, namun secara harga masih jauh dibawah minyak.
"Tapi dampak dari masuknya batubara ini memperlihatkan potensdi sumber daya kita.Kalau nilai memang jauh dari minyak, tapi esensinya, batubara jadi lebih penting," katanya.
(lih/qom)
Menurut Dirjen Minerbapabum Departemen ESDM, Simon Sembiring, produksi tersebut meningkat dari tahun lalu yang sebesar 230-an juta ton per tahun.
"Asumsi ini sudah memperhitungkan kebutuhan batubara untuk proyek 10.000 MW sebanyak 21 juta ton per tahun. Dan juga kebutuhan industri semen," katanya disela rapat dengar pendapat dengan Komisi VII di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Kamis (19/6/2008).
Dari produksi 250 juta ton per tahun itu, sekitar 28% atau 75,4 juta tonnya akan digunakan di dalam negeri dan sisanya diekspor. Sementara alokasi batuabar untuk dalam negeri pada 2008 sekitar 50 juta ton.
Produksi batubara memang direncanakan masuk dalam asumsi RAPBN 2009. Simon mengakui, meski secara volume produksi batubara diatas minyak, namun secara harga masih jauh dibawah minyak.
"Tapi dampak dari masuknya batubara ini memperlihatkan potensdi sumber daya kita.Kalau nilai memang jauh dari minyak, tapi esensinya, batubara jadi lebih penting," katanya.
(lih/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
Kamis, 24/05/2012 10:02 WIB
Saham Facebook Naik, Tapi Masih di Bawah Harga IPO
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
