Saham-saham Tender Offer Rontok
Jumat, 20/06/2008 17:19 WIB
Bursa Efek Indonesia (dro)
Jakarta - Rencana Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) mengeluarkan aturan baru soal tender offer telah membuat saham dari emiten yang akan melakukan aksi korporasi itu berguguran.
Saham-saham yang akan melakukan tender offer mendapat tekanan jual yang cukup tinggi. Peraturan baru Bapepam yang akan membatasi tender offer itu dinilai merugikan investor karena tidak bisa menjual sahamnya.
"Memang nanti karena dibatasi penjualan sahamnya, investor minoritas akan berebut," kata pengamat saham Adrian Rusmana ketika dihubungi detikFinance, Jumat (20/6/2008).
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (20/6/2008) tercatat saham-saham yang melakukan tender turun cukup dalam. Seperti saham Bank Internasional Indonesia (BII) yang mayoritas sahamnya akan dibeli Maybank sehingga harus melakukan tender offer.
Saham BII dengan kode perdagangan BNII anjlok hingga 13,64% atau turun Rp 60 menjadi Rp 380. Penurunan hingga 13,64% dalam satu hari ini merupakan yang terdalam dialami saham BII di tahun ini.
Saham Indosat (ISAT) juga ikut terpukul dengan turun 3,17% atau turun Rp 200 menjadi Rp 6.100. Pemilik saham baru Indosat yakni Qatar Telecom akan melakukan tender offer setelah membeli 40,8% saham milik STT.
Saham Bank Niaga dan Bank Lippo yang akan merger juga ikut turun karena pasar mulai mengantisipasi akan adanya tender offer setelah merger. Saham Bank Niaga (BNGA) turun 2,04% atau Rp 20 menjadi Rp 960. Saham Bank Lippo (LPBN) turun 2,73% atau Rp 75 menjadi Rp 2.675.
Sedangkan saham Apexindo Pratama Duta (APEX) turun 8,64% atau Rp 175 menjadi Rp 1.850. Sebesar 80,6% saham Apexindo dibeli oleh Mitra Rajasa (MIRA) yang akan diikuti tender offer. Saham MIRA juga ikut turun 2,78% atau Rp 20 menjadi Rp 700.
Saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun 1,49% atau Rp 10 menjadi Rp 660. Pemilik saham mayoritas TSPC yakni PT Bogamulia Nagasadi akan melakukan tender offer setelah menguasai 71% saham TSPC.
Sedangkan saham Ades Waters Indonesia Tbk (ADES) masih disuspensi. Pemilik baru Ades yakni Sofos Ltd yang membeli 91,94% saham Ades juga akan melakukan tender offer.
Dalam aturan baru Bapepam pengendali baru wajib melaksanakan penawaran tender sisa saham di publik dengan meninggalkan 20% saham jika mengakuisisi 50% saham emiten.
(ir/qom)
Saham-saham yang akan melakukan tender offer mendapat tekanan jual yang cukup tinggi. Peraturan baru Bapepam yang akan membatasi tender offer itu dinilai merugikan investor karena tidak bisa menjual sahamnya.
"Memang nanti karena dibatasi penjualan sahamnya, investor minoritas akan berebut," kata pengamat saham Adrian Rusmana ketika dihubungi detikFinance, Jumat (20/6/2008).
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (20/6/2008) tercatat saham-saham yang melakukan tender turun cukup dalam. Seperti saham Bank Internasional Indonesia (BII) yang mayoritas sahamnya akan dibeli Maybank sehingga harus melakukan tender offer.
Saham BII dengan kode perdagangan BNII anjlok hingga 13,64% atau turun Rp 60 menjadi Rp 380. Penurunan hingga 13,64% dalam satu hari ini merupakan yang terdalam dialami saham BII di tahun ini.
Saham Indosat (ISAT) juga ikut terpukul dengan turun 3,17% atau turun Rp 200 menjadi Rp 6.100. Pemilik saham baru Indosat yakni Qatar Telecom akan melakukan tender offer setelah membeli 40,8% saham milik STT.
Saham Bank Niaga dan Bank Lippo yang akan merger juga ikut turun karena pasar mulai mengantisipasi akan adanya tender offer setelah merger. Saham Bank Niaga (BNGA) turun 2,04% atau Rp 20 menjadi Rp 960. Saham Bank Lippo (LPBN) turun 2,73% atau Rp 75 menjadi Rp 2.675.
Sedangkan saham Apexindo Pratama Duta (APEX) turun 8,64% atau Rp 175 menjadi Rp 1.850. Sebesar 80,6% saham Apexindo dibeli oleh Mitra Rajasa (MIRA) yang akan diikuti tender offer. Saham MIRA juga ikut turun 2,78% atau Rp 20 menjadi Rp 700.
Saham PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) turun 1,49% atau Rp 10 menjadi Rp 660. Pemilik saham mayoritas TSPC yakni PT Bogamulia Nagasadi akan melakukan tender offer setelah menguasai 71% saham TSPC.
Sedangkan saham Ades Waters Indonesia Tbk (ADES) masih disuspensi. Pemilik baru Ades yakni Sofos Ltd yang membeli 91,94% saham Ades juga akan melakukan tender offer.
Dalam aturan baru Bapepam pengendali baru wajib melaksanakan penawaran tender sisa saham di publik dengan meninggalkan 20% saham jika mengakuisisi 50% saham emiten.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
