detikfinance

Sesi Siang

IHSG Berjalan Gontai

Irna Gustia - detikfinance
Senin, 23/06/2008 12:11 WIB
Bursa Efek Indonesia (dro)
Jakarta - Lantai bursa mengawali pekan ini dengan negatif. Penurunan saham telekomunikasi seperti Indosat dan Telkom membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gontai.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (23/6/2008) IHSG turun 10,994 poin (0,46%) menjadi 2.360,782. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun 5 poin menjadi 9.260 per dolar AS.    

Perdagangan sesi I mencatat transaksi sebanyak 23.398 kali, dengan volume 1,047 miliar saham, senilai Rp 1,635 triliun. Sebanyak 45 saham naik, 107 saham turun dan 51 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 6.000, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.650, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 175 menjadi Rp 4.725, Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 2.375 dan Bank Panin (PNBN) turun Rp 30 menjadi Rp 770.  

Pelemahan IHSG mengikuti bursa kawasan siang ini seperti Seoul turun 0,79%, Nikkei turun 0,44%, Shanghai turun 1,57%, STI Singapura turun 0,68% yang mengikuti pelemahan di Wall Street akhir pekan lalu.

Pelaku pasar juga mulai mengantisipasi jauh-jauh hari angka inflasi Juni yang diprediksi mengalami peningkatan signifikan pasca kenaikan BBM 24 Mei lalu. 


(ir/qom)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.