Sri Mulyani: Pengusaha Merasa Dikutip? Laporkan ke Kami...
Selasa, 24/06/2008 13:29 WIB
Sri Mulyani (dnl)
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani meminta para pengusaha melaporkan jika masih mendapat intimidasi atau dipalak oleh oknum bea cukai. Ia siap bertemu dengan para pengusaha untuk memberantas pungli di bea cukai.
"Untuk para pengusaha yang masih mengeluh, kan seperti yang saya sampaikan dan mungkin saya akan bertemu Kadin dalam kapasitas sebagai Menko atau Menkeu. Kalau mereka ada keluhan saya selalu bisa melacak," ujar Sri Mulyani yang kini merangkap sebagai Menko Perekonomian itu.
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani usai mengikuti ratas di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/6/2008) menanggapi adanya keluhan dari pengusaha tentang masih adanya kutipan meski sebelumnya sudah ada penggerebekan Komisi Pemberantasan Korupsi di Bea Cukai.
Sri Mulyani meminta para petugas bea cukai tetap semangat melayani dan tidak bekerja dalam suasana ketakutan pascapenggerebekan KPK 30 Mei lalu.
"Semangat melayani tetap bagus, kemudian suasana kerja mereka tidak menjadi ketakutan dan mereka juga harus kita jaga dari sisi integritas dan kebanggaan untuk menjadi jajaran di Bea Cukai," jelasnya.
Sementara kepada para pengusaha, jika masih ada kutipan dari para petugas bea cukai, mereka harus melaporkannya ke PO BOX milik Depkeu atau ke Dirjen Bea Cukai.
"Barangnya apa, di pelabuhan mana, kontainer nomor berapa, perusahaannya apa. Sampaikan kepada saya. Kalau mereka merasa dikutip sampaikan kepada kami, di sana ada PO Box, atau ke Dirjen Bea Cukai," tegasnya.
"Kalau mereka merasa di-harrash atau diintimidasi oleh anak buah saya, sampaikan kepada saya. Saya akan senang. Spesifik petugasnya siapa, kontainer nomor berapa, Anda importir siapa. Jangan lupa di republik kita ini, kita punya lebih dari 9.000-10.000 importir dan eksportir. Yang benar-benar bagus masuk dalam jalur prioritas. Itu mereka sudah sangat kita layani dengan baik," urainya.
Menurut Sri Mulyani, berdasarkan pengalaman selama ini, yang banyak keluhan adalah pengusaha 'jalur merah' atau yang disebut very high risk importer (VHRI).
"Jadi nanti kalau ada importir yang berkeluh-kesah, tanya dulu Bapak termasuk importir apa? Kalau dia VHRI, memang dia komoditasnya karena alasan keamanan, kesehatan, harus dilihat. Atau karena memang mereka reputasinya hit and run, nah kalau yang seperti itu harus. Jadi, dalam hal ini cukup adil, ditanyakan," imbuhnya.
Sri Mulyani meyakini, jika importir yang bersangkutan memiliki rekam jejak yang baik, maka mereka pasti tidak diapa-apakan.
"Kalau masih ada, sampaikan ke saya, saya akan koreksi. Tapi kalau ada yang berkeluh-kesah seperti itu sama teman-teman wartawan, tanyakan dulu Bapak bisnisnya apa? Gitu ya? Memang harus kita tangkap," tegasnya.
(qom/ir)
"Untuk para pengusaha yang masih mengeluh, kan seperti yang saya sampaikan dan mungkin saya akan bertemu Kadin dalam kapasitas sebagai Menko atau Menkeu. Kalau mereka ada keluhan saya selalu bisa melacak," ujar Sri Mulyani yang kini merangkap sebagai Menko Perekonomian itu.
Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani usai mengikuti ratas di kantor Presiden, Jakarta, Selasa (24/6/2008) menanggapi adanya keluhan dari pengusaha tentang masih adanya kutipan meski sebelumnya sudah ada penggerebekan Komisi Pemberantasan Korupsi di Bea Cukai.
Sri Mulyani meminta para petugas bea cukai tetap semangat melayani dan tidak bekerja dalam suasana ketakutan pascapenggerebekan KPK 30 Mei lalu.
"Semangat melayani tetap bagus, kemudian suasana kerja mereka tidak menjadi ketakutan dan mereka juga harus kita jaga dari sisi integritas dan kebanggaan untuk menjadi jajaran di Bea Cukai," jelasnya.
Sementara kepada para pengusaha, jika masih ada kutipan dari para petugas bea cukai, mereka harus melaporkannya ke PO BOX milik Depkeu atau ke Dirjen Bea Cukai.
"Barangnya apa, di pelabuhan mana, kontainer nomor berapa, perusahaannya apa. Sampaikan kepada saya. Kalau mereka merasa dikutip sampaikan kepada kami, di sana ada PO Box, atau ke Dirjen Bea Cukai," tegasnya.
"Kalau mereka merasa di-harrash atau diintimidasi oleh anak buah saya, sampaikan kepada saya. Saya akan senang. Spesifik petugasnya siapa, kontainer nomor berapa, Anda importir siapa. Jangan lupa di republik kita ini, kita punya lebih dari 9.000-10.000 importir dan eksportir. Yang benar-benar bagus masuk dalam jalur prioritas. Itu mereka sudah sangat kita layani dengan baik," urainya.
Menurut Sri Mulyani, berdasarkan pengalaman selama ini, yang banyak keluhan adalah pengusaha 'jalur merah' atau yang disebut very high risk importer (VHRI).
"Jadi nanti kalau ada importir yang berkeluh-kesah, tanya dulu Bapak termasuk importir apa? Kalau dia VHRI, memang dia komoditasnya karena alasan keamanan, kesehatan, harus dilihat. Atau karena memang mereka reputasinya hit and run, nah kalau yang seperti itu harus. Jadi, dalam hal ini cukup adil, ditanyakan," imbuhnya.
Sri Mulyani meyakini, jika importir yang bersangkutan memiliki rekam jejak yang baik, maka mereka pasti tidak diapa-apakan.
"Kalau masih ada, sampaikan ke saya, saya akan koreksi. Tapi kalau ada yang berkeluh-kesah seperti itu sama teman-teman wartawan, tanyakan dulu Bapak bisnisnya apa? Gitu ya? Memang harus kita tangkap," tegasnya.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
