detikfinance

Indonesia Power Batal IPO 2008

Indro Bagus SU - detikfinance
Kamis, 26/06/2008 10:35 WIB
Logo Indonesia Power (ist)
Jakarta - Rencana PT Indonesia Power melakukan penawaran umum terbatas (Initial Public Offering/IPO) batal dilaksanakan tahun ini.

"Berdasarkan hasil RUPS dan melihat kondisi sekarang, rencana IPO dipastikan tidak jadi tahun ini," ungkap Direktur Utama Indonesia Power, Tonny Agus Mulyantono saat dihubungi detikFinance, Kamis (26/6/2008).

Sebelumnya, anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini berencana melakukan IPO tahun ini. Namun sebagaimana diungkapkan Tonny, rencana tersebut tidak jadi dilakukan tahun ini.

"Kami masih melihat dan mengkaji pre-kondisi untuk melakukan IPO," ujar Tonny.

Tonny juga belum berani menyebutkan berapa jumlah saham yang akan dilepas dan target dana yang akan diperoleh dari IPO.

"Nilainya jangan sekarang lah. Masih kami hitung dan persiapkan," elak Tonny.

Hingga saat ini Indonesia Power memiliki kapasitas 9.000 MW. Rencananya hingga akhir tahun 2010 akan ada penambahan kapasitas 3200 MW yang termasuk dalam program 10.000 MW dengan investasi per 1 MW mencapai US$ 1.300.

"Saat kami masih fokus pada kesiapan pembangkit dan energi primer dahulu, seperti proyek pembangkit Tarahan 2x100 MW," jelas Tonny.

(dro/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.