Alternatif Investasi dari Danareksa
Kamis, 26/06/2008 16:37 WIB
Ilustrasi Reksa Dana (ist)
Jakarta - PT Danareksa Investment Management (DIM), akan segera meluncurkan reksa dana terbarunya yaitu Danareksa Proteksi Melati Optima II yang telah mendapatkan surat efektif dari Bapepam-LK pada tanggal 25 Juni 2008.
Reksa dana terproteksi ini berjangka waktu kurang lebih 21 bulan dengan indikasi imbal hasil investasi sebesar 9,5% - 9,7% (nett) yang akan dibagikan secara regular setiap bulan.
Reksa dana ini dipasarkan melalui 7 (tujuh) agen penjual yaitu BII, Bank DBS, Bank Commonwealth, Bank UOB Buana, Bank Niaga, ABN Amro Bank, dan Bank Mandiri, serta melalui Infocenter Danareksa. Dengan jumlah penawaran sebesar Rp 400 miliar, reksa dana ini rencananya akan diluncurkan pada 4 Juli 2008.
Dengan underlying asset obligasi pemerintah, produk ini diyakini mampu mengakomodasi kebutuhan para investor dengan profil risiko konservatif maupun agresif untuk memperkecil tingkat risiko investasi, namun tetap memberikan imbal hasil investasi yang pasti dan lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito. Terlebih lagi, investor dapat mencairkan produk investasinya setelah bulan ke-9 masa investasi sehingga memberikan fleksibilitas yang tinggi atas kebutuhan likuiditas investor.
"Besarnya animo investor akan produk terproteksi kami sebelumnya yang diluncurkan Mei lalu membuat kami yakin produk ini akan cepat terserap pasar walaupun masa penawaran hanya 7 hari kerja," ungkap John D. Item, Direktur DIM.
"Isu mengenai tingginya inflasi dan kondisi ekonomi global juga merupakan pendorong investor untuk berinvestasi pada Reksa Dana Terproteksi, yang salah satunya Danareksa Proteksi Melati Optima II," lanjutnya.
Ke depannya, DIM akan terus berusaha mengakomodasikan kebutuhan customer dengan mengeluarkan beberapa produk reksa dana serupa dengan melihat kondisi ekonomi dan animo para investor.
PT Danareksa Invesement Management (DIM) adalah anak perusahaan dari PT Danareksa (Persero) yang mendapatkan izin sebagai manajer investasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada tahun 1992. DIM meluncurkan Reksa Dana pertama di Indonesia pada Juli 1996.
Aktivitas utama DIM adalah sebagai pengelola reksa dana dan kontrak pengelolaan aset investasi. Saat ini, DIM mengelola 27 reksa dana, termasuk 2 reksa dana syariah dan beberapa kontrak KPAI. Total dana kelolaan reksa dana DIM per 25 Juni 2008 adalah sebesar 4,828 triliun rupiah.
(ir/qom)
Reksa dana terproteksi ini berjangka waktu kurang lebih 21 bulan dengan indikasi imbal hasil investasi sebesar 9,5% - 9,7% (nett) yang akan dibagikan secara regular setiap bulan.
Reksa dana ini dipasarkan melalui 7 (tujuh) agen penjual yaitu BII, Bank DBS, Bank Commonwealth, Bank UOB Buana, Bank Niaga, ABN Amro Bank, dan Bank Mandiri, serta melalui Infocenter Danareksa. Dengan jumlah penawaran sebesar Rp 400 miliar, reksa dana ini rencananya akan diluncurkan pada 4 Juli 2008.
Dengan underlying asset obligasi pemerintah, produk ini diyakini mampu mengakomodasi kebutuhan para investor dengan profil risiko konservatif maupun agresif untuk memperkecil tingkat risiko investasi, namun tetap memberikan imbal hasil investasi yang pasti dan lebih tinggi dibandingkan dengan bunga deposito. Terlebih lagi, investor dapat mencairkan produk investasinya setelah bulan ke-9 masa investasi sehingga memberikan fleksibilitas yang tinggi atas kebutuhan likuiditas investor.
"Besarnya animo investor akan produk terproteksi kami sebelumnya yang diluncurkan Mei lalu membuat kami yakin produk ini akan cepat terserap pasar walaupun masa penawaran hanya 7 hari kerja," ungkap John D. Item, Direktur DIM.
"Isu mengenai tingginya inflasi dan kondisi ekonomi global juga merupakan pendorong investor untuk berinvestasi pada Reksa Dana Terproteksi, yang salah satunya Danareksa Proteksi Melati Optima II," lanjutnya.
Ke depannya, DIM akan terus berusaha mengakomodasikan kebutuhan customer dengan mengeluarkan beberapa produk reksa dana serupa dengan melihat kondisi ekonomi dan animo para investor.
PT Danareksa Invesement Management (DIM) adalah anak perusahaan dari PT Danareksa (Persero) yang mendapatkan izin sebagai manajer investasi dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) pada tahun 1992. DIM meluncurkan Reksa Dana pertama di Indonesia pada Juli 1996.
Aktivitas utama DIM adalah sebagai pengelola reksa dana dan kontrak pengelolaan aset investasi. Saat ini, DIM mengelola 27 reksa dana, termasuk 2 reksa dana syariah dan beberapa kontrak KPAI. Total dana kelolaan reksa dana DIM per 25 Juni 2008 adalah sebesar 4,828 triliun rupiah.
(ir/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
