detikfinance

Pemerintah Waspadai Kenaikan Inflasi di Luar BBM

Wahyu Daniel - detikfinance
Selasa, 01/07/2008 13:25 WIB
Menkeu Sri Mulyani (Depkeu)
Jakarta - Kenaikan BBM akhir Mei lalu akan menjadi momok bagi inflasi dalam 2 bulan ini, namun pemerintah juga mewaspadai kenaikan inflasi yang di luar harga BBM.

Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2008).

Menurut Sri Mulyani dampak kenaikan BBM akan mulai turun dalam 2 bulan. Sementara bagi pelaku industri yang sudah menggunakan BBM non subsidi efeknya lebih ke ongkos transportasi dan efek tahap kedua yang masuk pada komponen biaya.

"Jadi inflasi yang berasal dari non kenaikan BBM memang masih menjadi tantangan dari sisi BI dan pemerintah," ujarnya.

Tantangan dari faktor di luar BBM itu adalah pengaruh permintaan yang meningkat seperti masa persiapan sekolah.

Sri Mulyani memperkirakan inflasi sampai akhir tahun akan berada di kisaran 10-11 persen. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain dengan menstabilkan harga pangan, pengurangan bea masuk, pajak yang ditanggung pemerintah.

Ketika ditanyakan apakah ada kebijakan baru lagi, Menko Perekonomian ini mengatakan belum ada kebijakan baru.

"Masa setiap hari ada kebijakan baru, yang harus ditanyakan itu kebijakan itu efektif atau tidak, kalau setiap hari kebijakan baru memangnya saya mau bikin martabak," ujarnya
Pemerintah Waspadai Kenaikan Inflasi di Luar BBM

Kenaikan BBM akhir Mei lalu akan menjadi momok bagi inflasi dalam 2 bulan ini, namun pemerintah juga mewaspadai kenaikan inflasi yang di luar harga BBM.

Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani usai rapat paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/7/2008).

Menurut Sri Mulyani dampak kenaikan BBM akan mulai turun dalam 2 bulan. Sementara bagi pelaku industri yang sudah menggunakan BBM non subsidi efeknya lebih ke ongkos transportasi dan efek tahap kedua yang masuk pada komponen biaya.

"Jadi inflasi yang berasal dari non kenaikan BBM memang masih menjadi tantangan dari sisi BI dan pemerintah," ujarnya.

Tantangan dari faktor di luar BBM itu adalah pengaruh permintaan yang meningkat seperti masa persiapan sekolah.

Sri Mulyani memperkirakan inflasi sampai akhir tahun akan berada di kisaran 10-11 persen. Upaya yang sudah dilakukan pemerintah antara lain dengan menstabilkan harga pangan, pengurangan bea masuk, pajak yang ditanggung pemerintah.

Ketika ditanyakan apakah ada kebijakan baru lagi, Menko Perekonomian ini mengatakan belum ada kebijakan baru.

"Masa setiap hari ada kebijakan baru, yang harus ditanyakan itu kebijakan itu efektif atau tidak, kalau setiap hari kebijakan baru memangnya saya mau bikin martabak," ujarnya.


(ddn/ir)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.