Celotehan OPEC Goyang Lagi Harga Minyak
Selasa, 01/07/2008 19:08 WIB
SPBU Asing (AFP)
Madrid - Komentar dari Presiden OPEC Chakib Khelil kembali melontarkan harga minyak ke level US$ 142 per barel. Investor mencemaskan kepastian investasi untuk kilang di masa depan yang sangat penting untuk meningkatkan produksi.
Lonjakan harga minyak terjadi setelah Presiden OPEC Chakib Khelil menyatakan, negara-negara kartel minyak memberikan perhatian terhadap jumlah permintaan di masa depan. Hal itu membawa konsekuensi pada ketidakpastian investasi untuk peningkatan kapasitas produksi kilang minyak.
"Perhatian kami adalah tentang kelangsungan permintaan," ujar Khelil yang juga merupakan menteri energi Aljazair dalam konferensi energi di Madrid, seperti dikutip dari AFP.
Pada awal perdagangan Selasa (1/7/2008) di London, minyak jenis Brent melonjak hingga 2,45 dolar ke level US$ 142,28 per barel. Sementara minyak jenis light sweet naik 2,20 dolar menjadi US$ 142,20 per barel.
Harga minyak kemarin mengamuk mendekati level US$ 144 per barel, menyusul pelemahan dolar AS terhadap euro. Minyak jenis Brent melonjak ke US$ 143,91 per barel, sementara light menembus US$ 143,67 per barel.
Menurut Khelil, ada 'ketidakpastian yang besar' untuk menginvestasikan dana cukup besar dalam infrastruktur untuk peningkatan produksi dari negara-negara anggota OPEC.
"Saya tidak berpikir setiap orang bertanya apakah kami memiliki sumber yang cukup, isunya adalah jika kami mampu menyuplai minyak ke pasar," ketusnya.
Konsumen Harus Membiasakan Diri
Di tempat terpisah, Raja Abdullah dari Arab Saudi menyatakan, negara-negara konsumen harus membiasakan diri dengan tingginya harga.
"Negara-negara konsumen harus beradaptasi dengan harga dan mekanisme pasar. Kami tidak bisa melakukan sesuatu dengan lonjakan harga minyak yang tajam ini," ujarnya dalam wawancara yang dipublikasikan harian Kuwait, Al-Siyassah.
"Negara-negara ini harus mengurangi pajak bahan bakar... jika mereka ingin memberikan kontribusi untuk mengurangi beban konsumen," saran Raja dari negara produsen minyak terbesar dunia itu.
(qom/ddn)
Lonjakan harga minyak terjadi setelah Presiden OPEC Chakib Khelil menyatakan, negara-negara kartel minyak memberikan perhatian terhadap jumlah permintaan di masa depan. Hal itu membawa konsekuensi pada ketidakpastian investasi untuk peningkatan kapasitas produksi kilang minyak.
"Perhatian kami adalah tentang kelangsungan permintaan," ujar Khelil yang juga merupakan menteri energi Aljazair dalam konferensi energi di Madrid, seperti dikutip dari AFP.
Pada awal perdagangan Selasa (1/7/2008) di London, minyak jenis Brent melonjak hingga 2,45 dolar ke level US$ 142,28 per barel. Sementara minyak jenis light sweet naik 2,20 dolar menjadi US$ 142,20 per barel.
Harga minyak kemarin mengamuk mendekati level US$ 144 per barel, menyusul pelemahan dolar AS terhadap euro. Minyak jenis Brent melonjak ke US$ 143,91 per barel, sementara light menembus US$ 143,67 per barel.
Menurut Khelil, ada 'ketidakpastian yang besar' untuk menginvestasikan dana cukup besar dalam infrastruktur untuk peningkatan produksi dari negara-negara anggota OPEC.
"Saya tidak berpikir setiap orang bertanya apakah kami memiliki sumber yang cukup, isunya adalah jika kami mampu menyuplai minyak ke pasar," ketusnya.
Konsumen Harus Membiasakan Diri
Di tempat terpisah, Raja Abdullah dari Arab Saudi menyatakan, negara-negara konsumen harus membiasakan diri dengan tingginya harga.
"Negara-negara konsumen harus beradaptasi dengan harga dan mekanisme pasar. Kami tidak bisa melakukan sesuatu dengan lonjakan harga minyak yang tajam ini," ujarnya dalam wawancara yang dipublikasikan harian Kuwait, Al-Siyassah.
"Negara-negara ini harus mengurangi pajak bahan bakar... jika mereka ingin memberikan kontribusi untuk mengurangi beban konsumen," saran Raja dari negara produsen minyak terbesar dunia itu.
(qom/ddn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
