SBY: Harga Minyak Sudah SOS, Sudah Lampu Merah
Rabu, 02/07/2008 15:04 WIB
Foto: Abror/Setpres
Palembang - Siapapun kini gentar melihat harga minyak. Tak terkecuali Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang menilai perkembangan harga minyak dunia kini sudah dalam kondisi gawat darurat.
"Ini sudah SOS, sudah lampu merah," kata Presiden SBY dalam keterangan persnya di Bandar Udara Internasional Mahmud Badaruddin II, Palembang, Rabu (2/7/2008) seperti dikutip dari situs presidensby.info.
Presiden mengaku kesal dengan berbagai debat di tingkat global yang saling tuding soal penyebab lonjakan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$ 143 per barel. Menurut presiden, mestinya semua pihak tidak saling tuding, namun justru duduk bersama untuk mencari solusinya.
"Saya juga mengikuti semua debat, polemik, pada tingkat global yang saya sangat tidak suka kalau saling salah menyalahkan. Menyalahkan produsen, kurang banyak memproduksi minyak. Menyalahkan konsumen, terlalu banyak mengkonsumsi minyak. Lebih baik dunia mencari solusi, duduk bersama," tegas Presiden.
Menurut Presiden, yang harus dilakukan saat ini adalah pertama, pada tingkat global sudah saatnya negara produsen minyak terbesar duduk bersama dan hitung-hitungan. Kedua, apa dampaknya bagi Indonesia.
"Saya katakan tadi, setiap tengah malam saya mengikuti melalui televisi-televisi internasional. Di situlah analisis dibahas, termasuk solusi apa yang kita tempuh untuk mengatasi masalah ini. Indonesia harus mengantisipasi. Saya memberi contoh dan saya mengajak semuanya, jangan terlena, jangan tidak punya sense of crisis. Jangan merasa keadaan biasa-biasa saja dan kemudian menyalahkan policy, menyalahkan keputusan ini dan itu," SBY menjelaskan.
(qom/ir)
"Ini sudah SOS, sudah lampu merah," kata Presiden SBY dalam keterangan persnya di Bandar Udara Internasional Mahmud Badaruddin II, Palembang, Rabu (2/7/2008) seperti dikutip dari situs presidensby.info.
Presiden mengaku kesal dengan berbagai debat di tingkat global yang saling tuding soal penyebab lonjakan harga minyak dunia yang sudah mencapai US$ 143 per barel. Menurut presiden, mestinya semua pihak tidak saling tuding, namun justru duduk bersama untuk mencari solusinya.
"Saya juga mengikuti semua debat, polemik, pada tingkat global yang saya sangat tidak suka kalau saling salah menyalahkan. Menyalahkan produsen, kurang banyak memproduksi minyak. Menyalahkan konsumen, terlalu banyak mengkonsumsi minyak. Lebih baik dunia mencari solusi, duduk bersama," tegas Presiden.
Menurut Presiden, yang harus dilakukan saat ini adalah pertama, pada tingkat global sudah saatnya negara produsen minyak terbesar duduk bersama dan hitung-hitungan. Kedua, apa dampaknya bagi Indonesia.
"Saya katakan tadi, setiap tengah malam saya mengikuti melalui televisi-televisi internasional. Di situlah analisis dibahas, termasuk solusi apa yang kita tempuh untuk mengatasi masalah ini. Indonesia harus mengantisipasi. Saya memberi contoh dan saya mengajak semuanya, jangan terlena, jangan tidak punya sense of crisis. Jangan merasa keadaan biasa-biasa saja dan kemudian menyalahkan policy, menyalahkan keputusan ini dan itu," SBY menjelaskan.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
