SBY: Kalau US$ 160 Gila Lagi
Rabu, 02/07/2008 15:20 WIB
Foto: Setpres
Palembang - Subsidi BBM bakal terus membengkak jika harga minyak mentah dunia terus melambung. Jika harga minyak menembus US$ 160 per barel, Presiden SBY menyebut subsidi BBM dan listrik bisa lebih gila lagi.
"Sadarilah rakyat Indonesia bahwa harga minyak ini pada tingkat dunia masih naik dan akan terus naik," ujar Presiden SBY dalam keterangan persnya di Bandar Udara Internasional Mahmud Badaruddin II, Palembang, Rabu (2/7/2008) seperti dikutip dari situs presidensby.info.
Presiden menjelaskan, kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah 23 Mei lalu sebesar 28,7% adalah dengan asumsi harga minyak sekitar US$ 110 sampai US$ 120 per barrel.
"Sekarang ini harganya 145 dolar AS. Saya punya catatan dengan harga 140 dolar per barel, subsidi yang kita berikan untuk BBM saja mencapai Rp 205 triliun. Kalau ditambah subsidi untuk listrik Rp 80 - Rp 90 triliun, jumlahnya ini sudah mendekati Rp 300 triliun hanya untuk subsidi BBM dan listrik," jelas Presiden SBY.
"Itupun kalau harga minyak 140 dolar AS. Sekarang mendekati 150 dolar. Kalau 150 dolar tembus, dan ICP kita di situ, maka untuk bahan bakar minyak saja akan kita keluarkan uang Rp 230 triliun ditambah Rp 90 triliun listrik, total Rp 320 triliun. Kalau 160 dolar gila lagi," imbuh Presiden.
Jika sampai harga minyak menembus US$ 160 per barel, maka subsidi BBM yang harus dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 254 triliun ditambah lagi subsidi listrik Rp 90 triliun, sehingga menjadi Rp 340 triliun.
"Ini lebih besar dari anggaran atau pengeluaran semua lembaga negara termasuk jajaran pemerintah," tegas Presiden.
Untuk itu, Presiden SBY mengajak, bukan hanya menyerukan, agar melakukan penghematan habis-habisan. Listrik, AC, transportasi semua harus dihemat.
"Rumah tangga demi rumah tangga, kantor demi kantor, tempat bisnis demi tempat bisnis, karena listrik dan bahan bakar yang digunakan itu mengambil banyak sekali dari APBN kita untuk subsidi. Makin banyak diambil, dana untuk pendidikan, kesehatan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, guru dan lain-lain," SBY mengingatkan.
Selanjutnya, Presiden minta semua hasil penelitian yang sudah dilakukan kecil-kecilan untuk mengembangkan energi alternatif, seperti biofuel dikembangkan menjadi sebuah produksi besar.
"Dua tahun saya sudah menggalakkan, saya minta sekaranglah untuk diproduksi besar-besaran. Tentu jangan menggunakan biofuel yang digunakan untuk pangan. Cegah dan batasi, tapi seperti jarak pagar, seperti biomassa, limbah-limbah, itu sangat bisa kita olah menjadi diesel, menjadi kerosene, menjadi sumber BBM yang lain," seru SBY.
Menurut Presiden, subsidi yang terlalu besar tidaklah baik. Presiden juga menilai, subsidi BBM yang mencapai Rp 300 triliun dan belum termasuk subsidi pertanian dll tidak sehat untuk APBN.
"Ini tentu tidak sehat, mengganggu perekonomian kita. Tidak mungkin pemerintah terus-menerus menaikan harga BBM. Tetapi konsekuensinya, mari kita kelola APBN ini yang tepat, yang cespleng, yang jitu," kata Presiden SBY.
(qom/ir)
"Sadarilah rakyat Indonesia bahwa harga minyak ini pada tingkat dunia masih naik dan akan terus naik," ujar Presiden SBY dalam keterangan persnya di Bandar Udara Internasional Mahmud Badaruddin II, Palembang, Rabu (2/7/2008) seperti dikutip dari situs presidensby.info.
Presiden menjelaskan, kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah 23 Mei lalu sebesar 28,7% adalah dengan asumsi harga minyak sekitar US$ 110 sampai US$ 120 per barrel.
"Sekarang ini harganya 145 dolar AS. Saya punya catatan dengan harga 140 dolar per barel, subsidi yang kita berikan untuk BBM saja mencapai Rp 205 triliun. Kalau ditambah subsidi untuk listrik Rp 80 - Rp 90 triliun, jumlahnya ini sudah mendekati Rp 300 triliun hanya untuk subsidi BBM dan listrik," jelas Presiden SBY.
"Itupun kalau harga minyak 140 dolar AS. Sekarang mendekati 150 dolar. Kalau 150 dolar tembus, dan ICP kita di situ, maka untuk bahan bakar minyak saja akan kita keluarkan uang Rp 230 triliun ditambah Rp 90 triliun listrik, total Rp 320 triliun. Kalau 160 dolar gila lagi," imbuh Presiden.
Jika sampai harga minyak menembus US$ 160 per barel, maka subsidi BBM yang harus dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 254 triliun ditambah lagi subsidi listrik Rp 90 triliun, sehingga menjadi Rp 340 triliun.
"Ini lebih besar dari anggaran atau pengeluaran semua lembaga negara termasuk jajaran pemerintah," tegas Presiden.
Untuk itu, Presiden SBY mengajak, bukan hanya menyerukan, agar melakukan penghematan habis-habisan. Listrik, AC, transportasi semua harus dihemat.
"Rumah tangga demi rumah tangga, kantor demi kantor, tempat bisnis demi tempat bisnis, karena listrik dan bahan bakar yang digunakan itu mengambil banyak sekali dari APBN kita untuk subsidi. Makin banyak diambil, dana untuk pendidikan, kesehatan, untuk meningkatkan kesejahteraan petani, guru dan lain-lain," SBY mengingatkan.
Selanjutnya, Presiden minta semua hasil penelitian yang sudah dilakukan kecil-kecilan untuk mengembangkan energi alternatif, seperti biofuel dikembangkan menjadi sebuah produksi besar.
"Dua tahun saya sudah menggalakkan, saya minta sekaranglah untuk diproduksi besar-besaran. Tentu jangan menggunakan biofuel yang digunakan untuk pangan. Cegah dan batasi, tapi seperti jarak pagar, seperti biomassa, limbah-limbah, itu sangat bisa kita olah menjadi diesel, menjadi kerosene, menjadi sumber BBM yang lain," seru SBY.
Menurut Presiden, subsidi yang terlalu besar tidaklah baik. Presiden juga menilai, subsidi BBM yang mencapai Rp 300 triliun dan belum termasuk subsidi pertanian dll tidak sehat untuk APBN.
"Ini tentu tidak sehat, mengganggu perekonomian kita. Tidak mungkin pemerintah terus-menerus menaikan harga BBM. Tetapi konsekuensinya, mari kita kelola APBN ini yang tepat, yang cespleng, yang jitu," kata Presiden SBY.
(qom/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Jakarta Setiabudi Bagi-bagi Dividen Rp 10 per Lembar
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
