Minyak Dekati US$ 150, Pemerintah 'Bersumpah' Tak Naikkan BBM
Jumat, 04/07/2008 07:28 WIB
SPBU (dok)
Jakarta - Harga minyak mulai mendekati US$ 150 per barel, tapi pemerintah menilai APBN masih aman. Pemerintah pun 'bersumpah' tidak akan naikkan harga BBM subsidi jika minyak tembus US$ 150 per barel.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan kondisi APBN-P 2008 relatif aman
meskipun harga minyak dunia rata-rata di 2008 sebesar US$ 150 per barel.
"Januari sampai ini juli rata-rata ICP US$ 109,4 per barel, sekarang kalau sudah US$ 150 dengan sisa waktu jadinya ICP US$ 123 sampai US$ 130 dolar. Misalnya kita ambil US$ 150 per tahun berarti rata-rata masih dalam batas aman karena Januari sampai Juli itu US$ 109,4 per barel, jadi jangan dilihat apa yang terjadi hari ini, jadi harus lihat durasi rentang waktu sesuai dengan rentang APBN,jadi APBN dalam batas aman," tuturnya ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/7/2008).
Jadi ditegaskan Anggito, pemerintah tidak perlu mengubah posisi harga BBM dalam negeri meskipun saat ini harga minyak dunia sudah capai US$ 140 per barel lebih.
"Kondisi APBN masih dalam batas aman dari sisi itu, minggu depan kita akan lapor ke DPR bahwa realisasi APBN semester sangat bgs. Dari sisi penerimaan dan belanja juga bagus, bagus itu artinya lancar, belanja modal juga lancar, itu juga kita alami surplus APBN," urainya.
Anggito mengatakan dengan kenaikkan harga minyak yang terjadi, penerimaan negara juga ikut terdorong naik. "Jadi selama kta bisa kendalikan konsumsi pada tingkat 40 juta KL,saya bisa katakan (APBN) amanlah," jelasnya
Dia menghimbau kepada masyarakat agar penggunaan BBM bersubsidi benar-benar hanya untuk konsumsi dan jangan dijadikan spekulasi. "Ada kenaikkan konsumsi BBM dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat wajar, selama itu ke sektor produktif kita tidak bisa mengurangi secara kuota," ucapnya.
(dnl/ir)
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu mengatakan kondisi APBN-P 2008 relatif aman
meskipun harga minyak dunia rata-rata di 2008 sebesar US$ 150 per barel.
"Januari sampai ini juli rata-rata ICP US$ 109,4 per barel, sekarang kalau sudah US$ 150 dengan sisa waktu jadinya ICP US$ 123 sampai US$ 130 dolar. Misalnya kita ambil US$ 150 per tahun berarti rata-rata masih dalam batas aman karena Januari sampai Juli itu US$ 109,4 per barel, jadi jangan dilihat apa yang terjadi hari ini, jadi harus lihat durasi rentang waktu sesuai dengan rentang APBN,jadi APBN dalam batas aman," tuturnya ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (3/7/2008).
Jadi ditegaskan Anggito, pemerintah tidak perlu mengubah posisi harga BBM dalam negeri meskipun saat ini harga minyak dunia sudah capai US$ 140 per barel lebih.
"Kondisi APBN masih dalam batas aman dari sisi itu, minggu depan kita akan lapor ke DPR bahwa realisasi APBN semester sangat bgs. Dari sisi penerimaan dan belanja juga bagus, bagus itu artinya lancar, belanja modal juga lancar, itu juga kita alami surplus APBN," urainya.
Anggito mengatakan dengan kenaikkan harga minyak yang terjadi, penerimaan negara juga ikut terdorong naik. "Jadi selama kta bisa kendalikan konsumsi pada tingkat 40 juta KL,saya bisa katakan (APBN) amanlah," jelasnya
Dia menghimbau kepada masyarakat agar penggunaan BBM bersubsidi benar-benar hanya untuk konsumsi dan jangan dijadikan spekulasi. "Ada kenaikkan konsumsi BBM dengan pertumbuhan ekonomi yang meningkat wajar, selama itu ke sektor produktif kita tidak bisa mengurangi secara kuota," ucapnya.
(dnl/ir)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Kamis, 24/05/2012 14:27 WIB
Pekerja Tambang 'Panas' Hanya Ditemui oleh 4 Anggota DPR
-
Kamis, 24/05/2012 14:26 WIB
Susah Bebaskan Lahan, Investor Tol Kirim Surat ke SBY
-
Kamis, 24/05/2012 13:50 WIB
Buka Kasino, Taipan Hong Kong Diduga Suap Pejabat Macau
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
-
Kamis, 24/05/2012 13:35 WIB
Wah! DKI Jakarta Masih Terboros Konsumsi Bensin Premium
-
Kamis, 24/05/2012 12:36 WIB
Ekonomi Dunia Suram, RI Waspada Banjir Produk China
-
Kamis, 24/05/2012 10:15 WIB
Saham Anjlok, Facebook & Morgan Stanley Digugat Investor
-
Kamis, 24/05/2012 11:50 WIB
PNS Indonesia Kalah dengan Singapura karena Jarang Dididik
-
55 Komentar
-
53 Komentar
-
36 Komentar
-
36 Komentar
-
32 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Kamis, 24/05/2012 13:03 WIB
Gagal Jadi Tentara, Chris Kanter Sukses Jadi Pengusaha
Siapa sangka pengusaha yang juga anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Chris Kanter dahulu pernah bermimpi menjadi seorang prajurit TNI.
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
