Berita Lain
-
Rabu, 16/05/2012 14:44 WIB
Wawancara Khusus (Bagian 2)
Dirut KAI: Saya Mau Layanan Kereta Seperti China atau Prancis -
Rabu, 16/05/2012 12:51 WIB
Wawancara Khusus (Bagian 1)
Dirut KAI: Saya Ini Cuma Tukang Kereta! -
Senin, 07/05/2012 08:00 WIB
Wawancara Presdir Mandala Air
Bos Baru Mandala Siap Bertarung di Penerbangan Murah -
Jumat, 16/03/2012 11:30 WIB
Wawancara Khusus
Wamen ESDM: Banyak yang Protes Listrik Naik -
Rabu, 14/03/2012 12:07 WIB
Ketua Panja Mafia Pajak: Peradilan Pajak Sarang Mafia -
Rabu, 14/03/2012 11:26 WIB
Wawancara Khusus
Ada Ribuan Kasus Tunggakan Sengketa Pajak, Rawan Penggelapan
Indeks Berita
Rumor Saham
Sumitomo Minati INCO, Target Rp 4000?
Salah satu pelaku pasar mengatakan bahwa Sumitomo Corp dari Jepang akan menambah kepemilikan dalam PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Kabar yang....
3 Komentar | Balas Tanggapan
3 Komentar | Balas Tanggapan
Peluang Usaha
Bagaimana Menimbang Risiko dalam Memulai Bisnis?
Setidaknya ada tiga hal penghalang utama seseorang untuk memulai usaha, yaitu terlalu banyak rencana, menunggu moment yang pas dan takut menghadapi risiko bisnis.
Sosok Dan Peristiwa
Pengalaman Pertama Hatta Rajasa Makan Daging Kuda
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa untuk pertama kali mencicipi kuliner khas Asia Tengah yakni daging kuda. "Rasanya gimana gitu," kata Hatta.
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
-
Rp 2,790.000
-
Rp 471.000
Forum Finance register | login
Thread Pilihan
Selasa, 22/05/2012 14:44 WIB
Dahlan Iskan Menegaskan Tak Akan Beri Modal ke Merpati
Posted by: kaptenDF
Jumat, 04/07/2008 09:42 WIB
Wawancara Eddie Widiono (1)
Semua akan Berlabel Hemat Energi
Alih Istik Wahyuni - detikFinance
Eddie Widiono (dnl)
Langkah tersebut merupakan bagian dari konsep hemat energi yang dicanangkan pemerintah. Ya, hemat energi kini menjadi sesuatu yang tak bisa ditawar lagi. Dengan harga minyak yang sudah menjulang setinggi langit, setiap orang harus berhemat habis-habisan.
Apa saja langkah konkret lain yang bisa dilakukan untuk penghematan energi ini? Ketua Tim Penghematan Energi dan Air Eddie Widiono membeberkan langkah-langkah penghematan yang akan dilakukan pemerintah sekaligus apa yang bisa dilakukan setiap orang untuk mulai berhemat energy.
Berikut wawancara detikFinance dengan mantan Dirut PLN itu di ruang kerjanya di Departemen ESDM, Jakarta, Kamis (4/7/2008).
Apa langkah konkret yang bisa dilakukan untuk menghemat energi?
Konsumsi listrik di kantor-kantor, sekitar 60 persennya digunakan untuk pengaturan udara, AC. Jadi penggunaan AC-lah yang harus dipelototin terus. Yang harus diperhatikan adalah panas yang masuk dari luar. Semakin banyak panas dari luar masuk, makin berat AC bekerja. AC memindahkan panas di ruangan ke udara luar melalui sistemnya. Jadi kalau dari luar panas terus masuk lagi, itu yang menjadikan pemborosan. AC-nya juga jadi cepat rusak. Makanya tirai harus dipasang, sesederhana itu. Isolasi ruangan sangat menentukan.
Lalu pencahayaan. Kalau cuma ngobrol-ngobrol, nggak dipakai buat nulis, 200 lux cukup. Kalau nulis, 300 lux, kalau harus melototi tugas, naik jadi 500. Lux itu artinya seberapa kuat cahayanya. Jadi tergantung efisiensi cahayanya. Dan itu ada aturannya, berapa cahaya yang harus digunakan untuk ukuran ruangan tertentu.
Selain itu apalagi?
Peralatan-peralatan pembantu seperti pompa air dan lift juga harus diperhitungkan. Kalau diambil patokan kantor PLN, antara lift dan komputer lebih banyak komputer pemakaian listriknya. Jadi sebaiknya komputer hanya digunakan kalau mau pakai saja. Begitu juga printer. On Remote control juga makan listrik. Menyalakan komputer itu kan makan listriknya nggak nendang. Jadi kalau tidak perlu, lebih baik dimatikan saja.
Makanya kita harus melakukan pemilihan alat elektronik dengan benar. Melalui program ini, ke depan kita butuh labeling. Labeling itu suatu pengelempokkan atau sertifikasi dari pemerintah. Labeling menunjukkan kalau alat ini tingkat efisiensinya lebih bagus dibanding yang lain. Karena sekarang banyak alat listrik yang harganya murah, tapi boros listrik. Banyak pengguna yang nggak sadar, kalau diakumulasi, perbedaan konsumsi listrik alat yang boros bisa lebih besar dari perbedaan harga belinya.
Apa labeling dilakukan sejak dari pabriknya?
Jadi manufakturnya nanti diuji oleh lembaga yang ditunjuk. Secara kelembagaan nanti yang berwenang adalah Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE). Yang sudah labeling saat ini baru lampu hemat energi. Setelah ini mungkin kulkas, televisi, dan sebagainya. Dari sisi alat nanti di label, supaya masyarakat bisa memilih barang-barang yang hemat energi saja. Meski lebih mahal, tapi hitunglah penghematannya.
Jadi semua alat listrik nantinyan harus di label?
Iya, nanti semuanya akan dilabel.
Butuh waktu berapa lama sampai semua alat listrik terlabel?
Saya rasa nggak lama. Itu kan uji berdasarkan tipenya saja. Jadi jenisnya saja, kalau jenis ini pakai listriknya segini. Lebih hemat dari yang lainnya. Tapi kemudian tinggal bagaimana kontrolnya.
Apa ada penentangan dari industri karena bisa mengurangi kompetitifnya?
Nah, itu memang salah satu tantangan terbesarnya. Lableling bisa mengubah posisi kompetitif. Makanya harus ada sosialisasi dulu. Karena kalau nggak, bisa merugikan konsumen dan produsen. Makanya sekarang baru lampu yang sudah lableling, habis ini kulkas, bahkan juicer juga akan ada labelnya.
Targetnya kapan semua terlabel?
Kalau nggak salah ada 3 atau 4 produk yang akan dilabel tahun ini. Tapi produk apa saja saya belum tahu. (lih/qom)
Ketik REG FIN kirim ke 3845 (khusus pelanggan Indosat Rp.1300/hari)
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga :
Komentar terkini (0 Komentar) ·
Follower Komentar
Berita Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
Waralaba yang Asli akan Memiliki Logo Khusus -
Selasa, 22/05/2012 19:26 WIB
BBM di Kalimantan Langka, DPRD Dukung Blokir Pengiriman Batubara -
Selasa, 22/05/2012 19:17 WIB
PGN Bagi Dividen Total Rp 3,2 Triliun -
Selasa, 22/05/2012 18:26 WIB
Kalimantan Minta Tambah Kuota BBM, Dirjen Migas: Tak Bisa, Jangan Egois! -
Selasa, 22/05/2012 19:11 WIB
Produk Impor di Rak-rak Toko Ritel akan Dibatasi
Komentar Terpopuler
-
Selasa, 22/05/2012 - 11:59
PNS Tak Puas Gaji Cuma Naik 7% -
Senin, 21/05/2012 - 13:58
Ingin Hidup Enak, PNS Harus Produktif -
Selasa, 22/05/2012 - 16:07
Wagub Kaltim: Harapkan PLN, Sampai Kiamat Nggak Bakal Teraliri Listrik -
Selasa, 22/05/2012 - 16:45
Duh, Gaji PNS Cuma Naik 7% di 2013 -
Selasa, 22/05/2012 - 15:53
Berhasil Jaga Inflasi, Jokowi Dapat Penghargaan SBY dan BI
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com







Sending your message
.gif)



